Calon haji dari Kudus siapkan penanda khusus koper
Rabu, 24 Juli 2019 0:08 WIB
Koper sejumlah calon haji di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ditempeli dengan sandal anak untuk memudahkan identitas kepemilikan saat di Tanah Suci, Mekkah ketika semua koper calon haji dikumpulkan di Gedung Jam'iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Selasa (23/7). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - Calon haji dari Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyiapkan penanda khusus untuk koper guna memudahkan pencarian koper mereka saat di Tanah Suci, Mekkah, meskipun Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah memberikan penanda untuk masing-masing calon.
Pemandangan para calon haji memasang aneka penanda khusus di koper masing-masing terlihat saat dikumpulkan di Gedung Jam'iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), di antaranya mulai dari besek, sandal jepit anak, boneka upin ipin, ketupat plastik, kain aneka warna, dan sapu tangan.
Menurut pimpinan PPIH Kudus Mahmud Hasan di Kudus, Selasa, penanda yang dipasangkan di masing-masing koper calon haji memang tidak dilarang.
"Sepanjang alat atau identitas masing-masing calon haji yang dipasang tidak menutupi identitas yang tertulis di badan koper, tentunya tidak dilarang," ujarnya.
Pasalnya, kata dia, pengambilan koper untuk masing-masing calon haji disesuaikan dengan identitas yang diberikan oleh panitia pemberangkatan haji.
Jumlah koper yang disiapkan untuk dikirim ke Asrama Haji Donohudan Solo 1.078 unit, sedangkan jadwal keberangkatan calon haji dimulai pada 25 Juli 2019. Keberangkatan mereka dari Pendopo Kabupaten Kudus.
Salah seorang keluarga calon haji, Riska Rahmawati, mengakui penambahan tanda di koper haji untuk memudahkan pendeteksian karena di Tanah Suci terdapat banyak koper dengan warna yang sama.
"Dengan adanya tanda di bagian atas koper, sangat membantu untuk memudahkan identitas kepemilikan meskipun sudah ada nama lengkap, alamat, serta foto masing-masing calon haji," ujarnya.
Baca juga: Imam Masjidil Haram puji jamaah Indonesia sebagai rombongan terpuji
Jumlah calon haji asal Kudus yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci 1.078 orang yang terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter), yakni 64, 65, 66, dan 67.
Dari empat kloter yang diberangkatkan, dua di antaranya kloter utuh dari kabupaten setempat dan dua kloter lainnya gabungan dengan kabupaten lain.
Rincian jumlah mereka, untuk kloter 64 berjumlah 238 orang bergabung dengan calon haji dari Kabupaten Jepara, kloter 65 berjumlah 355 orang dari Kudus, kloter 66 juga berjumlah 355 orang, dan kloter 67 berjumlah 130 orang bergabung dengan Kabupaten Banyumas.
Jadwal pemberangkatan calon haji asal Kudus, dimulai pada 24 Juli hingga 25 Juli 2019.
Baca juga: Hadapi cuaca ekstrem, calon haji Kudus diimbau jaga kesehatan
Pemandangan para calon haji memasang aneka penanda khusus di koper masing-masing terlihat saat dikumpulkan di Gedung Jam'iyyatul Hujjaj Kudus (JHK), di antaranya mulai dari besek, sandal jepit anak, boneka upin ipin, ketupat plastik, kain aneka warna, dan sapu tangan.
Menurut pimpinan PPIH Kudus Mahmud Hasan di Kudus, Selasa, penanda yang dipasangkan di masing-masing koper calon haji memang tidak dilarang.
"Sepanjang alat atau identitas masing-masing calon haji yang dipasang tidak menutupi identitas yang tertulis di badan koper, tentunya tidak dilarang," ujarnya.
Pasalnya, kata dia, pengambilan koper untuk masing-masing calon haji disesuaikan dengan identitas yang diberikan oleh panitia pemberangkatan haji.
Jumlah koper yang disiapkan untuk dikirim ke Asrama Haji Donohudan Solo 1.078 unit, sedangkan jadwal keberangkatan calon haji dimulai pada 25 Juli 2019. Keberangkatan mereka dari Pendopo Kabupaten Kudus.
Salah seorang keluarga calon haji, Riska Rahmawati, mengakui penambahan tanda di koper haji untuk memudahkan pendeteksian karena di Tanah Suci terdapat banyak koper dengan warna yang sama.
"Dengan adanya tanda di bagian atas koper, sangat membantu untuk memudahkan identitas kepemilikan meskipun sudah ada nama lengkap, alamat, serta foto masing-masing calon haji," ujarnya.
Baca juga: Imam Masjidil Haram puji jamaah Indonesia sebagai rombongan terpuji
Jumlah calon haji asal Kudus yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci 1.078 orang yang terbagi menjadi empat kelompok terbang (kloter), yakni 64, 65, 66, dan 67.
Dari empat kloter yang diberangkatkan, dua di antaranya kloter utuh dari kabupaten setempat dan dua kloter lainnya gabungan dengan kabupaten lain.
Rincian jumlah mereka, untuk kloter 64 berjumlah 238 orang bergabung dengan calon haji dari Kabupaten Jepara, kloter 65 berjumlah 355 orang dari Kudus, kloter 66 juga berjumlah 355 orang, dan kloter 67 berjumlah 130 orang bergabung dengan Kabupaten Banyumas.
Jadwal pemberangkatan calon haji asal Kudus, dimulai pada 24 Juli hingga 25 Juli 2019.
Baca juga: Hadapi cuaca ekstrem, calon haji Kudus diimbau jaga kesehatan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPR dorong skema jangka panjang penyelenggaraan haji saat kunjungi PT Halalan Thoyyiban
23 April 2026 17:29 WIB