
BPKH pastikan distribusi living cost di Embarkasi Solo berjalan lancar

Solo (ANTARA) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan distribusi living cost atau uang saku bagi jamaah haji di Embarkasi Solo berjalan dengan lancar.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati di Solo, Jawa Tengah, Jumat mengatakan proses distribusi living cost bagi jamaah haji Indonesia terus dilakukan secara bertahap di berbagai embarkasi di seluruh Indonesia.
Salah satu pelaksanaannya berlangsung di Embarkasi Solo, sebagai bagian dari rangkaian pelayanan kepada jemaah haji sebelum keberangkatan menuju tanah suci.
Pada kesempatan tersebut, jamaah calon haji kloter 6 asal Brebes tiba di Asrama Haji Donohudan untuk memulai proses persiapan keberangkatan. Setibanya di embarkasi, jamaah langsung mengikuti rangkaian layanan terpadu, termasuk penerimaan uang saku.
Suasana proses distribusi living cost berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif.
Petugas memastikan setiap jamaah menerima haknya dengan baik sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
Setiap jamaah haji menerima uang saku sebesar 750 Riyal Arab Saudi (SAR) perorang. Uang saku ini dipersiapkan sebagai bekal operasional selama berada di tanah suci, baik untuk kebutuhan harian tambahan maupun untuk pemenuhan kewajiban pembayaran DAM (denda haji).
Ia mengatakan pengelolaan keuangan haji dilakukan secara amanah dan profesional, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh jemaah.
“BPKH diamanahkan untuk mengelola keuangan haji, dan dana haji terus tumbuh. Pada tahun 2025, BPKH memperoleh nilai manfaat sekitar Rp12 triliun dengan dana kelolaan total Rp180 triliun. Nilai manfaat tersebut didistribusikan kepada jemaah tunggu maupun jamaah yang berangkat,” katanya.
Selain itu, jamaah juga mendapatkan uang saku sebesar 750 Riyal Arab Saudi yang dapat digunakan sebagai bekal operasional selama berada di tanah suci.
Sementara itu, manfaat dari distribusi living cost ini juga dirasakan langsung oleh jamaah. Salah satu jamaah dari Embarkasi Solo Hardiyanto menyampaikan uang saku tersebut sangat membantu kebutuhan selama menjalankan ibadah haji.
“Sangat membantu kami, terutama untuk membayar DAM dan sebagai pegangan selama berada di Arab Saudi,” katanya.
Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, jamaah juga mendapatkan layanan One Stop Service di embarkasi. Melalui sistem ini, seluruh proses pelayanan dilakukan secara terintegrasi dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengambilan data, pemasangan gelang identitas, pengecekan dokumen nusuk, hingga penerimaan uang saku.
Melalui pelayanan yang terintegrasi dan terencana, diharapkan seluruh proses keberangkatan jamaah haji Indonesia dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar menuju tanah suci.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
