Ramengvrl rilis enam lagu debut mixtape "No Bethany"
Senin, 29 April 2019 9:32 WIB
Mixtape terbaru Ramengvrl, "No Bethany". (HO/ist)
Jakarta (ANTARA) - Setelah merilis single terbaru “whats ur problem” pada 5 April silam, kali ini Ramengvrl mempersembahkan suguhan baru berupa mixtape berisikan enam lagu berjudul "No Bethany".
Dalam siaran pers, Minggu, Ramengvrl bercerita pengerjaan mixtape ini memakan waktu sekitar tiga bulan.
Untuk urusan musiknya, ia bekerja sama dengan beberapa komposer musik dan produser. Seperti Gamaliel di lagu “gippal”, khroam untuk “whats ur problem” dan “out of control”, dan Holly untuk “bad minah”, “go commando”, dan “i make time”.
Ramengvrl memilih sendiri para musisi yang diajak berkolaborasi.
“Apa alasan gue ajak Rayi, Matter Mos dan Hullera di mixtape ini? Because they’re dope! Gue memang berteman dengan Rayi dan Matter Mos, dan gue merasa mereka talented, and they are the real deal. Dan untuk Hullera, gue tahu dia dari 16 Baris, dan sejak itu gue lumayan mengikuti perjalanan bermusiknya dia. Dan semakin lama, gue semakin yakin mau mengajak dia berkolaborasi,” tutur Ramengvrl.
Di "No Bethany", Ramengvrl juga mencoba bermain-main dengan ASMR di bagian skit track-nya. Ia percaya, bahwa terkadang penggunaan dialog dan bisikan bisa menarik perhatian lebih bagi pendengar.
Dengan alasan itulah, ia mencoba menghadirkan cerita tersendiri tentang dirinya, tentang figur Ramengvrl, tentang berbagai alasan ia melakukan karir di dunia musik, dan tentang dunia di sekitarnya.
“Di satu sisi, gue pengen menyampaikan pesan-pesan juga dalam bentuk di luar lagu, tapi gue juga pengen memberikan sedikit twist di situ. Jadi pilihan gue jatuh untuk menggunakan ASMR,” kata dia.
Selain versi digital, "No Bethany" juga diluncurkan dalam bentuk aslinya, sebuah album kaset yang tersedia di kanal Juni Goods dan Tokopedia.
Dalam siaran pers, Minggu, Ramengvrl bercerita pengerjaan mixtape ini memakan waktu sekitar tiga bulan.
Untuk urusan musiknya, ia bekerja sama dengan beberapa komposer musik dan produser. Seperti Gamaliel di lagu “gippal”, khroam untuk “whats ur problem” dan “out of control”, dan Holly untuk “bad minah”, “go commando”, dan “i make time”.
Ramengvrl memilih sendiri para musisi yang diajak berkolaborasi.
“Apa alasan gue ajak Rayi, Matter Mos dan Hullera di mixtape ini? Because they’re dope! Gue memang berteman dengan Rayi dan Matter Mos, dan gue merasa mereka talented, and they are the real deal. Dan untuk Hullera, gue tahu dia dari 16 Baris, dan sejak itu gue lumayan mengikuti perjalanan bermusiknya dia. Dan semakin lama, gue semakin yakin mau mengajak dia berkolaborasi,” tutur Ramengvrl.
Di "No Bethany", Ramengvrl juga mencoba bermain-main dengan ASMR di bagian skit track-nya. Ia percaya, bahwa terkadang penggunaan dialog dan bisikan bisa menarik perhatian lebih bagi pendengar.
Dengan alasan itulah, ia mencoba menghadirkan cerita tersendiri tentang dirinya, tentang figur Ramengvrl, tentang berbagai alasan ia melakukan karir di dunia musik, dan tentang dunia di sekitarnya.
“Di satu sisi, gue pengen menyampaikan pesan-pesan juga dalam bentuk di luar lagu, tapi gue juga pengen memberikan sedikit twist di situ. Jadi pilihan gue jatuh untuk menggunakan ASMR,” kata dia.
Selain versi digital, "No Bethany" juga diluncurkan dalam bentuk aslinya, sebuah album kaset yang tersedia di kanal Juni Goods dan Tokopedia.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Jateng ikuti Diskusi Strategi Kebijakan Analisis Implementasi Permenkumham No 15/2020
06 September 2025 19:29 WIB
FODOR's No List 2025 dan tantangan mewujudkan pariwisata berkualitas di Indonesia
23 November 2024 23:32 WIB, 2024
BRI jadi institusi keuangan no.1 di Indonesia dalam daftar Fortune Southeast Asia 500
22 June 2024 5:37 WIB, 2024
Masyarakat aksi di depan DPRD Surakarta dukung "Pemilu Adem No Curang"
01 March 2024 18:03 WIB, 2024
Kemenkumham Jateng Sosialisasikan PP No.94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai
13 January 2022 20:55 WIB, 2022
Terpopuler - Musik, Film, dan TV
Lihat Juga
Air Mata Di Ujung Sajadah 2 jadi momen produser film pulang ke kampung halaman
17 October 2025 13:26 WIB
"Menunggu Dijemput" dapat sambutan hangat di Madani International Film Festival 2025
16 October 2025 10:39 WIB