Masyarakat pesisir Jepara peringati Hari Lahir Pancasila
Jumat, 1 Juni 2018 23:03 WIB
JEPARA - Penampilan masyarakat Desa Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, saat memperingati Hari Lahir Pancasila di tepi Pantai Pandanarum, Jepara, Jumat (1/6) malam. (FOTO: Akhmad Nazaruddin Lathif)
Jepara, (Antaranews Jateng) - Masyarakat pesisir Pantai Pandanarum, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila dengan berdoa bersama berharap masyarakatnya mendapatkan ketentraman hidup sehari-harinya, Jumat.
Doa bersama tersebut, sekaligus digelar bertepatan dengan Nuzulul Qur'an.
Sebelum digelar doa bersama, diawali dengan pertunjukan teatrikal, seni tongtek, dan tari kreasi dari masyarakat desa setempat.
Menurut Ketua Panitia Donga Bareng Abdul Karim di Jepara, Jumat, kegiatan berdoa bersama ini dalam rangka membangun karakter masyarakat Desa Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara agar tetap melestarikan budaya luhur yang sudah lama ada.
Lewat kegiatan tersebut, dia berharap, bisa mengembalikan kekuatan nilai-nilai dasar negara, seperti gotong royong dan kerukunan bersama.
Ia menganggap "donga bareng ngupaya tenteram" merupakan upaya yang didasari kebersamaan dan gotong royong demi menjaga kerukunan.
"Tekad kami mengajak masyarakat secara bersama-sama menata desa
karena masih banyak persoalan yang perlu ditata dan dibenahi di Desa Ujungbatu ini," ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, Desa Ujungbatu, khususnya Kampung Pandanarum merupakan paling dekat dengan pantai.
"Tentunya perlu mendapatkan perhatian yang lebih dini," ujarnya.
Dalam rangka membangun kebersamaan dan kesadaran menjaga lingkungan, maka masyarakat desa setempat juga diajak melakukan bersih-bersih pantai dari tumpukan sampah.
"Mari bersama-sama menjaga kelestarian alam sehingga sumber daya alam yang ada akan dirasakan masyarakat Ujungbatu secara berkelanjutan, terutama yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan," ujarnya.
Dalam rangka menggugah kesadaran masyarakat setempat, panitia juga menggelar jagong pesisir dan menyediakan objek wisata malam bertema tangga langit dan menyediakan lapak baca untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat.
Camat Jepara Suhendro menyambut positif kegiatan Ramadhan pesisir yang digagas masyarakat desa setempat.
"Masyarakat Desa Ujungbatu merupakan yang paling inovatif, sehingga perlu didorong untuk terus berkembang," ujarnya.
Apalagi, kata dia, lokasinya yang berada di tepi pantai tentunya ada potensi wisata yang bisa dikembangkan serta potensi-potensi lainnya yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan maupun ketenteraman masyarakat setempat.
Ketua Karangtaruna Kabupaten Jepara Edi Erianto menyatakan siap mendukung warga Desa Ujungbatu, khususnya karangtaruna yang memiliki ide-ide kreatif dalam membangun masyarakat setempat agar lebih maju dan berkembang.
"Karena saya juga duduk di dewan, kami juga siap mendukung dari sisi fasilitasi penganggaran untuk mendukung pengembangan desa setempat," ujarnya.
Doa bersama tersebut, sekaligus digelar bertepatan dengan Nuzulul Qur'an.
Sebelum digelar doa bersama, diawali dengan pertunjukan teatrikal, seni tongtek, dan tari kreasi dari masyarakat desa setempat.
Menurut Ketua Panitia Donga Bareng Abdul Karim di Jepara, Jumat, kegiatan berdoa bersama ini dalam rangka membangun karakter masyarakat Desa Ujungbatu, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara agar tetap melestarikan budaya luhur yang sudah lama ada.
Lewat kegiatan tersebut, dia berharap, bisa mengembalikan kekuatan nilai-nilai dasar negara, seperti gotong royong dan kerukunan bersama.
Ia menganggap "donga bareng ngupaya tenteram" merupakan upaya yang didasari kebersamaan dan gotong royong demi menjaga kerukunan.
"Tekad kami mengajak masyarakat secara bersama-sama menata desa
karena masih banyak persoalan yang perlu ditata dan dibenahi di Desa Ujungbatu ini," ujarnya.
Apalagi, lanjut dia, Desa Ujungbatu, khususnya Kampung Pandanarum merupakan paling dekat dengan pantai.
"Tentunya perlu mendapatkan perhatian yang lebih dini," ujarnya.
Dalam rangka membangun kebersamaan dan kesadaran menjaga lingkungan, maka masyarakat desa setempat juga diajak melakukan bersih-bersih pantai dari tumpukan sampah.
"Mari bersama-sama menjaga kelestarian alam sehingga sumber daya alam yang ada akan dirasakan masyarakat Ujungbatu secara berkelanjutan, terutama yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan," ujarnya.
Dalam rangka menggugah kesadaran masyarakat setempat, panitia juga menggelar jagong pesisir dan menyediakan objek wisata malam bertema tangga langit dan menyediakan lapak baca untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat.
Camat Jepara Suhendro menyambut positif kegiatan Ramadhan pesisir yang digagas masyarakat desa setempat.
"Masyarakat Desa Ujungbatu merupakan yang paling inovatif, sehingga perlu didorong untuk terus berkembang," ujarnya.
Apalagi, kata dia, lokasinya yang berada di tepi pantai tentunya ada potensi wisata yang bisa dikembangkan serta potensi-potensi lainnya yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan maupun ketenteraman masyarakat setempat.
Ketua Karangtaruna Kabupaten Jepara Edi Erianto menyatakan siap mendukung warga Desa Ujungbatu, khususnya karangtaruna yang memiliki ide-ide kreatif dalam membangun masyarakat setempat agar lebih maju dan berkembang.
"Karena saya juga duduk di dewan, kami juga siap mendukung dari sisi fasilitasi penganggaran untuk mendukung pengembangan desa setempat," ujarnya.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Wisnu Adhi Nugroho
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB
Sekolah Vokasi Undip dan PT NDS gelar pelatihan pembuatan perahu fiber untuk warga pesisir
15 January 2026 17:09 WIB
Bank bjb jaga ekosistem pesisir di Subang melalui penanaman 10.000 mangrove
18 December 2025 21:53 WIB
Undip gandeng TU Berlin untuk mencari solusi atasi persoalan kawasan pesisir
11 December 2025 8:33 WIB