HNSI: Perairan Pekalongan Aman untuk Melaut
Sabtu, 25 November 2017 13:15 WIB
Ilustrasi--Sejumlah nelayan tradisional menarik perahu mereka ke daratan setelah mencari ikan di perairan Teluk Penyu, Cilacap. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Sumarwoto)
Pekalongan, ANTARA JATENG - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Cabang Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengatakan bahwa wilayah perairan laut di sekitar pantai utara (pantura) Pekalongan saat ini masih aman untuk kegiatan melaut atau mencari ikan.
"Wilayah perairan pantura Pekalongan masih kami nilai aman untuk kegiatan melaut karena kondisi gelombang laut belum begitu tinggi," kata Ketua HNSI Kota Pekalongan, Imam Menu Harun, di Pekalongan, Sabtu.
Menurut dia, surat peringatan dini oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang kondisi tinggi gelombang laut pada 25 November 2017 hanya diberlakukan untuk sejumlah wilayah yang rawan.
"Gelombang tinggi tersebut biasanya terjadi di daratan Sulawesi atau di Kota Baru saja sedang perairan Pekalongan masih aman," katanya.
Ia mengatakan sebelumnya BMKG pada surat peringatan dini gelombang tinggi telah menginformasikan ada tiga titik perairan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi yaitu perairan bagian utara Jawa Tengah, Laut Jawa, dan perairan bagian selatan Kalimantan dengan tinggi gelombang mencapai 1 hingga 2,5 meter.
"Saat ini aktivitas kapal kecil nelayan seperti `Arek-Arek` masih tetap melakukan pembongkaran hasil tangkapan ikannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan," katanya.
Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo, mengatakan beberapa pekan terakhir ini aktivitas lelang ikan di TPI terus ramai karena sebagian kapal nelayan kecil maupun kapal jenis purse saine mulai berlabuh setelah empat bulan melaut.
"Aktivitas lelang ikan di TPI terus ramai, bahkan diperkirakan hingga mencapai puncaknya pada Desember 2017 hingga Januari 2018," katanya.
"Wilayah perairan pantura Pekalongan masih kami nilai aman untuk kegiatan melaut karena kondisi gelombang laut belum begitu tinggi," kata Ketua HNSI Kota Pekalongan, Imam Menu Harun, di Pekalongan, Sabtu.
Menurut dia, surat peringatan dini oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang kondisi tinggi gelombang laut pada 25 November 2017 hanya diberlakukan untuk sejumlah wilayah yang rawan.
"Gelombang tinggi tersebut biasanya terjadi di daratan Sulawesi atau di Kota Baru saja sedang perairan Pekalongan masih aman," katanya.
Ia mengatakan sebelumnya BMKG pada surat peringatan dini gelombang tinggi telah menginformasikan ada tiga titik perairan yang berpeluang terjadi gelombang tinggi yaitu perairan bagian utara Jawa Tengah, Laut Jawa, dan perairan bagian selatan Kalimantan dengan tinggi gelombang mencapai 1 hingga 2,5 meter.
"Saat ini aktivitas kapal kecil nelayan seperti `Arek-Arek` masih tetap melakukan pembongkaran hasil tangkapan ikannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Pekalongan," katanya.
Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo, mengatakan beberapa pekan terakhir ini aktivitas lelang ikan di TPI terus ramai karena sebagian kapal nelayan kecil maupun kapal jenis purse saine mulai berlabuh setelah empat bulan melaut.
"Aktivitas lelang ikan di TPI terus ramai, bahkan diperkirakan hingga mencapai puncaknya pada Desember 2017 hingga Januari 2018," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang salurkan 400 paket sembako untuk nelayan saat tidak melaut
09 January 2026 19:25 WIB
Tim SAR gabungan Cilacap evakuasi jenazah pencari ubur-ubur di perairan Lengkong
16 October 2023 14:44 WIB, 2023