Pengamat Ingatkan Pentingnya Diversifikasi Produk Wisata
Sabtu, 14 Oktober 2017 7:52 WIB
Ilustrasi--Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. (ANTARAJATENG.COM/Dinkominfo Purbalingga)
Purwokerto, ANTARA JATENG - Pengamat Pariwisata Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Chusmeru, mengingatkan para pemangku kepentingan mengenai pentingnya diversifikasi produk wisata.
"Diversifikasi produk wisata misalnya dengan mengembangkan wisata alternatif dan wisata dalam ruang," katanya di Purwokerto, Jumat.
Diversifikasi produk wisata, kata dia, penting dilakukan terlebih disaat musim penghujan.
"Musim hujan memang sering menjadi kendala, bukan hanya bagi pelaku wisata, tapi juga bagi wisatawan," katanya.
Bagi daerah yang hanya mengandalkan destinasi wisata alam, tambah dia, akan mengalami penurunan kunjungan wisata.
"Kalaupun tetap menjual paket wisata alam, wisatawan harus diberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, baik dalam bentuk asuransi, tenaga penyelamat, maupun informasi rambu-rambu peringatan bahaya kepada wisatawan," katanya.
Terlebih lagi, potensi terjadinya hujan disertai badai dan petir di Indonesia cukup besar.
"Yang dapat dilakukan oleh daerah yang hanya memiliki destinasi andalan alam, adalah dengan melakukan diversifikasi produk wisatanya," katanya.
Dia menambahkan, banyak objek dan atraksi yang dapat ditawarkan, misalnya museum, pertunjukan kesenian, kuliner, belanja, kebugaran, wahana permainan, wisata religi dan meditasi, dan lain sebagainya.
Dia mencontohkan, Yogyakarta, Bandung, dan Bali, merupakan daerah yang banyak memiliki wisata alternatif maupun wisata dalam ruang.
"Yogya punya banyak museum dan kuliner, Bandung banyak wisata belanja, bermain, dan kuliner, Bali juga punya wisata pertunjukan, kuliner, dan wisata religi atau meditasi," katanya.
"Diversifikasi produk wisata misalnya dengan mengembangkan wisata alternatif dan wisata dalam ruang," katanya di Purwokerto, Jumat.
Diversifikasi produk wisata, kata dia, penting dilakukan terlebih disaat musim penghujan.
"Musim hujan memang sering menjadi kendala, bukan hanya bagi pelaku wisata, tapi juga bagi wisatawan," katanya.
Bagi daerah yang hanya mengandalkan destinasi wisata alam, tambah dia, akan mengalami penurunan kunjungan wisata.
"Kalaupun tetap menjual paket wisata alam, wisatawan harus diberikan jaminan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, baik dalam bentuk asuransi, tenaga penyelamat, maupun informasi rambu-rambu peringatan bahaya kepada wisatawan," katanya.
Terlebih lagi, potensi terjadinya hujan disertai badai dan petir di Indonesia cukup besar.
"Yang dapat dilakukan oleh daerah yang hanya memiliki destinasi andalan alam, adalah dengan melakukan diversifikasi produk wisatanya," katanya.
Dia menambahkan, banyak objek dan atraksi yang dapat ditawarkan, misalnya museum, pertunjukan kesenian, kuliner, belanja, kebugaran, wahana permainan, wisata religi dan meditasi, dan lain sebagainya.
Dia mencontohkan, Yogyakarta, Bandung, dan Bali, merupakan daerah yang banyak memiliki wisata alternatif maupun wisata dalam ruang.
"Yogya punya banyak museum dan kuliner, Bandung banyak wisata belanja, bermain, dan kuliner, Bali juga punya wisata pertunjukan, kuliner, dan wisata religi atau meditasi," katanya.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPR: Kesepakatan bebas BM ke AS bentuk keseriusan pemerintah untuk melindungi produk dalam negeri
21 February 2026 6:09 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Lomban Syawalan Jepara menghadirkan kirab kerbau bule sebagai daya tarik wisata
27 March 2026 11:27 WIB
Komite Seni Budaya Nusantara puji pentas wayang kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto
02 March 2026 12:29 WIB