Wartawan Pekalongan Tolak Aksi Kekerasan di Banyumas
Rabu, 11 Oktober 2017 7:11 WIB
Belasan wartawan cetak Dan elektronik gelar aksi keprihatinan di Mapolresta Pekalongan tolak kekerasan pada wartawan di Banyumas, Selasa. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Kutnadi)
Pekalongan, ANTARA JATENG - Belasan wartawan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berunjuk rasa di halaman Markas Kepolisian Resor setempat menolak aksi kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polres Banyumas, Selasa.
Aksi solidaritas dari belasan wartawan tersebut dimulai dengan jalan kaki sekitar 100 meter sebelum halaman Mapolresta Pekalongan.
Sambil membawa sejumlah poster berisi kencaman, para awak media berjalan kaki sambil menyanyikan Lagu Indonesia Raya menuju ke Mapolresta Pekalongan.
Sesampai di pintu gerbang halaman mapolres, para wartawan langsung ditemui Wakil Kepala Polres Kota Pekalongan Komisaris Polisi Kristanto, serta Kepala Satuan Intelijen AKP Mandala.
Setelah berorasi, para wartawan yang terdiri atas dari media elektronik dan cetak tersebut menggelar aksi keprihatinan dengan cara meletakkan kartu pers dan alat kerja seperti kamera foto.
Waka Polres Kota Pekalongan Kompol Kristanto mengatakan bahwa selama ini, polresta menjalin komunikasi antara pihak polisi dan awak media dengan baik.
Koordinator aksi, Suyono, mengatakan aksi wartawan ini sebagai bentuk keprihatin atas kejadian kekerasan di Banyumas.
"Oleh karena, kami minta para pelaku diproses hukum. Tindakan oknum di Banyumas adalah pelecehan yang berlebihan terhadap prosesi jurnalis. Kami juga terima kasih dukungan Polres Kota Pekalongan," katanya.
"Selama ini tidak pernah terjadi permasalahan, semua berjalan dengan baik. Semoga ke depan juga terus seperti ini," katanya.
Terkait kasus kekerasan pada wartawan Metro TV di Banyumas, ia mengatakan kasus tersebut sudah ada yang menangani dan ada penindakan oleh Polres Banyumas.
"Saya jamin di Pekalongan tidak akan ada kasus seperti itu. Kita akan terus jalin komunikasi dengan baik bersama wartawan," katanya.
Aksi solidaritas dari belasan wartawan tersebut dimulai dengan jalan kaki sekitar 100 meter sebelum halaman Mapolresta Pekalongan.
Sambil membawa sejumlah poster berisi kencaman, para awak media berjalan kaki sambil menyanyikan Lagu Indonesia Raya menuju ke Mapolresta Pekalongan.
Sesampai di pintu gerbang halaman mapolres, para wartawan langsung ditemui Wakil Kepala Polres Kota Pekalongan Komisaris Polisi Kristanto, serta Kepala Satuan Intelijen AKP Mandala.
Setelah berorasi, para wartawan yang terdiri atas dari media elektronik dan cetak tersebut menggelar aksi keprihatinan dengan cara meletakkan kartu pers dan alat kerja seperti kamera foto.
Waka Polres Kota Pekalongan Kompol Kristanto mengatakan bahwa selama ini, polresta menjalin komunikasi antara pihak polisi dan awak media dengan baik.
Koordinator aksi, Suyono, mengatakan aksi wartawan ini sebagai bentuk keprihatin atas kejadian kekerasan di Banyumas.
"Oleh karena, kami minta para pelaku diproses hukum. Tindakan oknum di Banyumas adalah pelecehan yang berlebihan terhadap prosesi jurnalis. Kami juga terima kasih dukungan Polres Kota Pekalongan," katanya.
"Selama ini tidak pernah terjadi permasalahan, semua berjalan dengan baik. Semoga ke depan juga terus seperti ini," katanya.
Terkait kasus kekerasan pada wartawan Metro TV di Banyumas, ia mengatakan kasus tersebut sudah ada yang menangani dan ada penindakan oleh Polres Banyumas.
"Saya jamin di Pekalongan tidak akan ada kasus seperti itu. Kita akan terus jalin komunikasi dengan baik bersama wartawan," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi terjunkan puluhan personel amankan aksi unjuk rasa pedagang Pasar Bitingan
07 January 2026 14:05 WIB
Warga dan aktivis lingkungan desak pemerintah tutup permanen tambang di Bukit Jenar Banyumas
09 December 2025 16:33 WIB
Beri rasa aman di tengah cobaan, program JKN jamin kesehatan orang tua Teguh
19 November 2025 15:19 WIB
Mahasiswa unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan soroti setahun pemerintahan Prabowo
20 October 2025 15:34 WIB
PWNU DKI desak Trans7 tayangkan permohonan maaf selama tujuh hari di "prime time"
15 October 2025 14:15 WIB
Pengunjuk rasa PWNU DKI dan alumni pesantren kibarkan bendera hijau di gedung Trans7
15 October 2025 10:44 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Komjak pastikan terwujudnya Indonesia Emas 2045 selama hukum terus ditaati
14 February 2026 15:09 WIB
Jokowi jalani pemeriksaan di Polresta Surakarta terkait tudingan ijazah palsu
11 February 2026 20:53 WIB