Purwokerto, ANTARA JATENG - Pergelaran seni tradisi menyambut kehadiran Tim Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Komsos dari berbagai keuskupan saat pembukaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) 2017 yang dipusatkan di Purwokerto, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang digelar Senin sore, seluruh peserta diarak dari Jalan Jenderal Gatot Soebroto menuju depan Paschalis Hall Keuskupan Purwokerto di Jalan Gereja dengan diiringi musik kentongan yang dimainkan oleh Grup Kentongan Pringgo Laras dari Desa Beji, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.

Sesampainya di halaman Paschalis Hall, seluruh peserta PKSN Tahun 2017 kembali dihibur dengan pementasan kesenian Ndolalak oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kesugihan, Kabupaten Cilacap, serta Grup Buncisan Margo Utama dari Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.

Dalam rombongan peserta tersebut terdapat Uskup Manokwari Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega Pr. yang juga Ketua Komisi Komsos KWI, Uskup Emeritus (pensiun) Keuskupan Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka S.J., serta Sekretaris Komisi Komsos KWI RD Kamilus Pantus.

Ketua Panitia PKSN 2017 Robertus Sutriyono mengharapkan kegiatan yang akan digelar hingga sepekan ke depan itu dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat.

"Terutama agar kita tidak takut menyuarakan hal-hal yang memberi semangat, hal-hal yang positif, bukan hoaks, di tengah masyarakat, di tengah media sosial," katanya.

Ia mengatakan bahwa PKSN 2017 merupakan kegiatan menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-51.

Menurut dia, Gereja Katolik dalam hal ini Paus Fransiskus menyampaikan pesan penting kepada seluruh orang beriman, terutama awak media, agar berperan menyeimbangkan dan menyejukkan suasana.

Ketua Komsos Keuskupan Purwokerto R.D. Cassianus Teguh Budiarto mengaku tidak menyangka jika animo masyarakat dan umat Katolik cukup tinggi sehingga mereka memadati arena pembukaan PKSN 2017.

"Ternyata masih banyak orang yang sangat peduli dengan kebudayaan Banyumas. Mereka yang menyaksikan pembukaan ini tidak hanya dari Purwokerto dan sekitarnya, tetapi juga Banyumas, Cilacap, Kroya, Kebumen, Purbalingga, dan Tegal," katanya.