Seni Tradisi Sambut Peserta PKSN di Purwokerto
Senin, 22 Mei 2017 20:13 WIB
Pergelaran tari Ndolalak menghibur peserta dan pengunjung saat pembukaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional Tahun 2017 di halaman Paschalis Hall, Keuskupan Purwokerto, Senin (22/5) sore. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Dok. Tim Publikasi PKSN 2017)
Purwokerto, ANTARA JATENG - Pergelaran seni tradisi menyambut kehadiran Tim Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Komsos dari berbagai keuskupan saat pembukaan Pekan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) 2017 yang dipusatkan di Purwokerto, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan yang digelar Senin sore, seluruh peserta diarak dari Jalan Jenderal Gatot Soebroto menuju depan Paschalis Hall Keuskupan Purwokerto di Jalan Gereja dengan diiringi musik kentongan yang dimainkan oleh Grup Kentongan Pringgo Laras dari Desa Beji, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.
Sesampainya di halaman Paschalis Hall, seluruh peserta PKSN Tahun 2017 kembali dihibur dengan pementasan kesenian Ndolalak oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kesugihan, Kabupaten Cilacap, serta Grup Buncisan Margo Utama dari Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.
Dalam rombongan peserta tersebut terdapat Uskup Manokwari Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega Pr. yang juga Ketua Komisi Komsos KWI, Uskup Emeritus (pensiun) Keuskupan Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka S.J., serta Sekretaris Komisi Komsos KWI RD Kamilus Pantus.
Ketua Panitia PKSN 2017 Robertus Sutriyono mengharapkan kegiatan yang akan digelar hingga sepekan ke depan itu dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat.
"Terutama agar kita tidak takut menyuarakan hal-hal yang memberi semangat, hal-hal yang positif, bukan hoaks, di tengah masyarakat, di tengah media sosial," katanya.
Ia mengatakan bahwa PKSN 2017 merupakan kegiatan menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-51.
Menurut dia, Gereja Katolik dalam hal ini Paus Fransiskus menyampaikan pesan penting kepada seluruh orang beriman, terutama awak media, agar berperan menyeimbangkan dan menyejukkan suasana.
Ketua Komsos Keuskupan Purwokerto R.D. Cassianus Teguh Budiarto mengaku tidak menyangka jika animo masyarakat dan umat Katolik cukup tinggi sehingga mereka memadati arena pembukaan PKSN 2017.
"Ternyata masih banyak orang yang sangat peduli dengan kebudayaan Banyumas. Mereka yang menyaksikan pembukaan ini tidak hanya dari Purwokerto dan sekitarnya, tetapi juga Banyumas, Cilacap, Kroya, Kebumen, Purbalingga, dan Tegal," katanya.
Dalam kegiatan yang digelar Senin sore, seluruh peserta diarak dari Jalan Jenderal Gatot Soebroto menuju depan Paschalis Hall Keuskupan Purwokerto di Jalan Gereja dengan diiringi musik kentongan yang dimainkan oleh Grup Kentongan Pringgo Laras dari Desa Beji, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas.
Sesampainya di halaman Paschalis Hall, seluruh peserta PKSN Tahun 2017 kembali dihibur dengan pementasan kesenian Ndolalak oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kesugihan, Kabupaten Cilacap, serta Grup Buncisan Margo Utama dari Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas.
Dalam rombongan peserta tersebut terdapat Uskup Manokwari Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega Pr. yang juga Ketua Komisi Komsos KWI, Uskup Emeritus (pensiun) Keuskupan Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka S.J., serta Sekretaris Komisi Komsos KWI RD Kamilus Pantus.
Ketua Panitia PKSN 2017 Robertus Sutriyono mengharapkan kegiatan yang akan digelar hingga sepekan ke depan itu dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat.
"Terutama agar kita tidak takut menyuarakan hal-hal yang memberi semangat, hal-hal yang positif, bukan hoaks, di tengah masyarakat, di tengah media sosial," katanya.
Ia mengatakan bahwa PKSN 2017 merupakan kegiatan menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-51.
Menurut dia, Gereja Katolik dalam hal ini Paus Fransiskus menyampaikan pesan penting kepada seluruh orang beriman, terutama awak media, agar berperan menyeimbangkan dan menyejukkan suasana.
Ketua Komsos Keuskupan Purwokerto R.D. Cassianus Teguh Budiarto mengaku tidak menyangka jika animo masyarakat dan umat Katolik cukup tinggi sehingga mereka memadati arena pembukaan PKSN 2017.
"Ternyata masih banyak orang yang sangat peduli dengan kebudayaan Banyumas. Mereka yang menyaksikan pembukaan ini tidak hanya dari Purwokerto dan sekitarnya, tetapi juga Banyumas, Cilacap, Kroya, Kebumen, Purbalingga, dan Tegal," katanya.
Pewarta : Sumarwoto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komdigi tutup 7,39 juta konten judi online sejak 2017 hingga 11 November 2025
13 November 2025 15:41 WIB
Hasil dan klasemen Liga Inggris: Pertama sejak 2017, MU buka musim di puncak
16 August 2021 8:32 WIB, 2021
Hakim Pengadilan Tipikor vonis bebas Wali Kota Kupang periode 2012-2017
17 March 2021 14:11 WIB, 2021
Ini daftar juara tunggal putra Grand Slam sejak Australia Open 2017
14 September 2020 10:54 WIB, 2020
Eko Yuli: Tunjangan hari tua atlet peraih medali olimpiade terhenti sejak 2017
17 August 2020 12:12 WIB, 2020
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
"Nyadran Bhumi Phala", bentuk wujud syukur dan komitmen merawat alam Temanggung
02 May 2026 22:55 WIB
Festival Kota Lama Semarang dan Festival Cheng Ho masuk Karisma Event Nusantara 2026
29 April 2026 8:29 WIB