Kudus, ANTARA JATENG - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengembangkan 18 desa-nya menjadi desa rintisan wisata karena memiliki potensi yang mendukung untuk dijadikan desa wisata.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sri Wahjuningsih di Kudus, Kamis, mengatakan awalnya terdapat 11 desa yang ditetapkan sebagai desa rintisan wisata, kemudian bertambah menjadi 18 desa.

Belasan desa tersebut, katanya, tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kudus.

Di antaranya, Desa Wonosoco dan Wates, (Kecamatan Undaan), Padurenan dan Rahtawu (Kecamatan Gebog), Jepang dan Temulus (Mejobo), Loram Kulon (Kecamatan Jati), Tanjungrejo, Terban, dan Hadipolo (Kecamatan Jekulo), Kaliwungu (Kecamatan Kaliwungu), Kandangmas (Kecamatan Bae), Colo, Kuwukan, Dukuh Waringin dan Margorejo (Kecamatan Dawe), Kaliputu dan Kauman (Kecamatan Kota).

Ia mengatakan, beberapa desa yang menjadi desa rintisan wisata sudah berkembang dengan baik, sehingga layak diusulkan menjadi desa wisata.

Bahkan, lanjut dia, beberapa desa di antaranya berkembang cukup pesat, karena destinasi wisatanya juga bertambah.

Salah satunya, kata dia, di Desa Rahtawu dan Dukuh Waringin yang memanfaatkan potensi alam sekitar.

"Sebelumnya, memang diadakan pembinaan untuk memunculkan ide kreatif masyarakatnya sehingga bisa menarik minat wisatawan," ujarnya.

Ia mengakui, perkembangan wisata di Desa Rahtawu memang cukup pesat, sehingga tingkat kunjungannya juga tinggi.

Dalam rangka mendorong pengembangan belasan desa rintisan wisata tersebut, katanya, ada pendampingan untuk masing-masing desa tersebut.

Selain mengoptimalkan potensi wisata yang ada, katanya, masyarakat setempat juga perlu didorong untuk pengembangan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti kerajinan yang nantinya bisa dijadikan cenderamata wisatawan.

Terkait dengan ketersediaan tempat parkir di kawasan objek wisata Rahtawu, katanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang mendorong pemerintah desa setempat menyediakan "rest area" dengan memanfaatkan anggaran desa.

"Mudah-mudahan, semakin banyak desa rintisan wisata di Kudus akan semakin menarik bagi wisatawan luar daerah untuk mengunjungi Kabupaten Kudus karena banyak pilihan tujuan wisata," ujarnya.

Terkait dengan sarana infrastruktur jalan, sejauh ini hampir semua desa rintisan wisata di Kudus tersedia jalan yang cukup bagus.

Sementara paket wisata untuk sejumlah desa rintisan wisata, kata dia, juga sudah tersedia dan menunggu promosinya.

"Hal terpenting, masyarakat desanya juga harus proaktif dalam mengembangkan desanya yang ditetapkan sebagai desa rintisan wisata," ujarnya.