Bupati Masih Rahasiakan Lokasi Disneyland Boyolali
Selasa, 18 April 2017 8:55 WIB
Ilustrasi - Taman Wisata Disneyland (istimewa)
Boyolali, ANTARA JATENG - Bupati Boyolali Seno Samodro menyatakan pihaknya masih merahasiakan lokasi rencana pembangunan wahana taman hiburan sekelas "Disneyland" Jepang atau Singapura di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
"Kami akan menyiapkan lahan sekitar 100 hektare untuk pembangunan wahana taman hiburan sekelas Disneyland dengan nilai investasi sekitar Rp6,1 triliun," kata Seno Samodro di Boyolali, Senin.
Menurut Seno Samodro pembangunan akan dibiayai sepenuhnya oleh investor yang berbentuk holding dari Finlandia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia.
Namun, Seno Samodro belum bisa menyebutkan secara spesifik wilayah mana untuk pembangunan wahana taman hiburan sekelas internasional itu.
"Saya rahasiakan dahulu lokasinya. Namun, lahan lokasi wahana taman hiburan yang disediakan ada empat kecamatan pilihan," kata Seno yang sering memiliki ide kreatif soal pengembangan daerah Boyolali itu.
Menyinggung soal konsep pembangunan wahana taman hiburan di Boyolali, Seno menjelaskan bukan seperti Disneyland yang sudah beredar sekarang ini. Namun, konsepnya gabungan dari sejumlah "franchise" taman hiburan yang sudah ada.
Seno mencontohkan konsep gabungan wahana taman hiburan, seperti Disneyland, Universal Studio, dan Warner Bross.
Rencana wahana hiburan itu dirancang untuk beroperasi selama 24 jam nonsetop dengan tiket masuk sebesar Rp50 ribu.
Namun, lanjut dia, pengunjung akan mencoba semua wahana taman hiburan membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per orang.
"Harga tiket itu lebih murah daripada taman hiburan lainnya yang sekelasnya," kata Seno.
Seno menjelaskan rencana pembangunan wahana taman hiburan di Boyolali bukan hanya wacana, melainkan pihaknya sudah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan investasi taman hiburan pada bulan Desember 2016.
Menurut Seno, pembangunan akan dimulai pada bulan September 2017, dan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun.
"Jika anggaran pembangunan dari investor sudah cair, dapat dimulai dari pembebasan lahan. Anggaran murni dari investor atau tidak menggunakan dana, baik APBD maupun APBN," katanya.
Seno Samodro mengatakan bahwa keberhasilannya menarik investor besar ke Boyolali tidak lepas dari upaya Pemkab Boyolali dalam mempromosikan daerahnya.
"Kami sudah melakukan promosi bertahun-tahun, dan sekarang saatnya memetik manfaatnya. Kami informasikan investasi di luar wahana taman hiburan, Boyolali hingga Maret 2017 mencapai sebesar Rp16 triliun.
"Kami akan menyiapkan lahan sekitar 100 hektare untuk pembangunan wahana taman hiburan sekelas Disneyland dengan nilai investasi sekitar Rp6,1 triliun," kata Seno Samodro di Boyolali, Senin.
Menurut Seno Samodro pembangunan akan dibiayai sepenuhnya oleh investor yang berbentuk holding dari Finlandia, Selandia Baru, Singapura, dan Malaysia.
Namun, Seno Samodro belum bisa menyebutkan secara spesifik wilayah mana untuk pembangunan wahana taman hiburan sekelas internasional itu.
"Saya rahasiakan dahulu lokasinya. Namun, lahan lokasi wahana taman hiburan yang disediakan ada empat kecamatan pilihan," kata Seno yang sering memiliki ide kreatif soal pengembangan daerah Boyolali itu.
Menyinggung soal konsep pembangunan wahana taman hiburan di Boyolali, Seno menjelaskan bukan seperti Disneyland yang sudah beredar sekarang ini. Namun, konsepnya gabungan dari sejumlah "franchise" taman hiburan yang sudah ada.
Seno mencontohkan konsep gabungan wahana taman hiburan, seperti Disneyland, Universal Studio, dan Warner Bross.
Rencana wahana hiburan itu dirancang untuk beroperasi selama 24 jam nonsetop dengan tiket masuk sebesar Rp50 ribu.
Namun, lanjut dia, pengunjung akan mencoba semua wahana taman hiburan membutuhkan biaya sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per orang.
"Harga tiket itu lebih murah daripada taman hiburan lainnya yang sekelasnya," kata Seno.
Seno menjelaskan rencana pembangunan wahana taman hiburan di Boyolali bukan hanya wacana, melainkan pihaknya sudah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan investasi taman hiburan pada bulan Desember 2016.
Menurut Seno, pembangunan akan dimulai pada bulan September 2017, dan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun.
"Jika anggaran pembangunan dari investor sudah cair, dapat dimulai dari pembebasan lahan. Anggaran murni dari investor atau tidak menggunakan dana, baik APBD maupun APBN," katanya.
Seno Samodro mengatakan bahwa keberhasilannya menarik investor besar ke Boyolali tidak lepas dari upaya Pemkab Boyolali dalam mempromosikan daerahnya.
"Kami sudah melakukan promosi bertahun-tahun, dan sekarang saatnya memetik manfaatnya. Kami informasikan investasi di luar wahana taman hiburan, Boyolali hingga Maret 2017 mencapai sebesar Rp16 triliun.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pupuk Indonesia catat serapan pupuk subsidi di Boyolali tertinggi di Jawa Tengah
30 January 2026 18:49 WIB
Pemkab Boyolali tingkatkan layanan kesehatan dengan alat general monitor diagnostic
22 January 2026 19:08 WIB
Deklarasi Boyolali digaungkan bersama pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026
15 January 2026 16:11 WIB
Lima finalis Festival Film Desa HDN 2026 ditonton bareng lewat layar tancap
15 January 2026 14:29 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB
Kaligrafi China dan Arab berpadu dalam pameran Tiongkok-Indonesia di Banyumas
25 November 2025 14:41 WIB
Sumanto ajak masyarakat pahami pesan moral dalam lakon Wayang Kulit Kresna Duta
21 November 2025 17:27 WIB