Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 27 Mei
Rabu, 15 Maret 2017 12:25 WIB
Petugas melihat posisi hilal (bulan) guna menetapkan 1 Ramadan 1436 H di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Jakarta Barat, Selasa (16/6/15). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta (ANTARA News) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal
puasa Ramadhan 1438 Hijriah/2017 Masehi jatuh pada 27 Mei merujuk hasil
perhitungan astronomi ahli falak salah satu organisasi Islam terbesar
Indonesia itu.
"Karena posisi hilal saat itu berada di sekitar tujuh derajat. Sudah tinggi," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan keputusan tersebut merujuk pada hasil "hisab hakiki wujudul hilal" Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Menurut Muti, posisi ketinggian bulan baru atau hilal yang tinggi itu memungkinkan terlihat mata telanjang. Kemungkinan besar awal puasa 2017 versi Muhammadiyah dengan pemerintah akan sama.
Pemerintah, kata dia, biasanya menetapkan posisi minimal hilal sesuai metode rukyat adalah lebih dari dua derajat di atas ufuk guna memenuhi unsur keterlihatan bulan oleh mata.
"Pemerintah walaupun menggunakan rukyatul hilal biasanya di atas 4 derajat itu hilal sudah terlihat. Bahkan ada pendapat kalau dua derajat sudah rukyat," kata dia.
Kendati ada kesamaan awal Ramadhan Muhammadiyah dan pemerintah, Muti mengatakan delegasi Muhammadiyah akan tetap menghadiri sidang itsbat yang diadakan oleh Kementerian Agama dengan beberapa syarat sesuai prinsip kemaslahatan musyawarah.
Syarat pertama, kata dia, proses sidang itsbat tidak disiarkan langsung oleh media kecuali untuk pengumuman hasil musyawarah.
Berikutnya, kata Muti, jika terjadi perbedaan pendapat maka harus dimasukkan ke dalam pertimbangan pengambilan keputusan agar tidak ada pendapat kelompok tertentu yang merasa diabaikan.
"Karena posisi hilal saat itu berada di sekitar tujuh derajat. Sudah tinggi," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan keputusan tersebut merujuk pada hasil "hisab hakiki wujudul hilal" Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Menurut Muti, posisi ketinggian bulan baru atau hilal yang tinggi itu memungkinkan terlihat mata telanjang. Kemungkinan besar awal puasa 2017 versi Muhammadiyah dengan pemerintah akan sama.
Pemerintah, kata dia, biasanya menetapkan posisi minimal hilal sesuai metode rukyat adalah lebih dari dua derajat di atas ufuk guna memenuhi unsur keterlihatan bulan oleh mata.
"Pemerintah walaupun menggunakan rukyatul hilal biasanya di atas 4 derajat itu hilal sudah terlihat. Bahkan ada pendapat kalau dua derajat sudah rukyat," kata dia.
Kendati ada kesamaan awal Ramadhan Muhammadiyah dan pemerintah, Muti mengatakan delegasi Muhammadiyah akan tetap menghadiri sidang itsbat yang diadakan oleh Kementerian Agama dengan beberapa syarat sesuai prinsip kemaslahatan musyawarah.
Syarat pertama, kata dia, proses sidang itsbat tidak disiarkan langsung oleh media kecuali untuk pengumuman hasil musyawarah.
Berikutnya, kata Muti, jika terjadi perbedaan pendapat maka harus dimasukkan ke dalam pertimbangan pengambilan keputusan agar tidak ada pendapat kelompok tertentu yang merasa diabaikan.
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Jateng belum tetapkan status darurat bencana karena masih terkendali
13 January 2026 21:03 WIB
BKKBN Jateng tetapkan Bupati Rembang dan istri sebagai Ayah dan Bunda Genre
13 November 2025 16:44 WIB
Polres Pekalongan tetapkan dua anggotanya jadi tersangka penipuan seleksi Akpol
05 November 2025 14:13 WIB
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
LKBN ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi pascabencana Sumatera
22 January 2026 16:41 WIB
Tim Rescue Dompet Dhuafa ikut operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh
22 January 2026 10:22 WIB
KPK geledah rumah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan Rochim di Madiun, sita dokumen dan uang
22 January 2026 10:04 WIB
Wamenkomdigi: Kantor Berita ANTARA berperan penting publikasikan program pemerintah
20 January 2026 20:09 WIB
KAI Bandung membatalkan perjalanan tiga kereta meski jalur Pantura mulai pulih
19 January 2026 13:21 WIB