Smartfren Perkuat Status Operator GSM
Senin, 13 Maret 2017 18:28 WIB
Regional Head North Central Java Smartfren FJ Arinto Utama (tengah) pada peluncuran kartu perdana 4G GSM+ (Foto: ANTARAJATENG.COM/Aris Wasita Widiastuti)
Semarang, ANTARA JATENG - Perusahaan penyedia layanan telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk berupaya memperkuat status sebagai operator "Global System for Mobile Communication (GSM)" melalui produk terbarunya Smartfren 4G GSM+.
"Selama ini Smartfren masih dianggap hanya CDMA, hanya bisa digunakan untuk Andromax, kami ingin mengikis pemahaman tersebut," kata Regional Head North Central Java Smartfren F.J. Arinto Utama di sela peluncuran produk kartu perdana Smartfren 4G GSM+ di Hotel Wimarion Semarang, Senin.
Dia mengatakan untuk pemasaran produk tersebut, Smartfren menggandeng sejumlah merek telepon seluler ternama, di antaranya Samsung, Lenovo, dan Oppo.
Dia mengatakan untuk pembelian perangkat telepon seluler merek Samsung, Lenovo, dan Oppo tipe tertentu dengan sistem 4G LTE akan memperoleh "starter pack" berupa kartu perdana 4G GSM+.
"Ketiga `brand` ini memiliki pangsa pasar yang kuat, sekarang menjadi `market leader`. Bahkan, pangsa pasar Samsung saja sudah mencapai 40 persen," katanya.
Kondisi tersebut berbeda dengan pangsa pasar Andromax atau telepon seluler keluaran Smartfren yang hingga saat ini masih di angka 4 persen.
"Kalau kami hanya fokus di Andromax otomatis hanya bertahan di 4 persen ini. Oleh karena itu, kami menggandeng `brand` yang menjadi `market leader`. Dengan demikian pelanggan baru akan selalu ada," katanya.
Selain ketiga merek telepon seluler tersebut, masih ada sejumlah merek lain yang digandeng untuk pemasaran kartu perdana 4G GSM+ milik Smartfren itu, di antaranya Motorola seri Z, Sony, Lava, Xiomi, Asus, dan Huawei.
Terkait dengan penjualannya, mengingat banyak merek telepon seluler yang digandeng, pihaknya optimistis penjualan kartu perdana 4G GSM+ di Jawa Tengah selama semester pertama tahun ini bisa mencapai 250.000 kartu.
"Selama ini Smartfren masih dianggap hanya CDMA, hanya bisa digunakan untuk Andromax, kami ingin mengikis pemahaman tersebut," kata Regional Head North Central Java Smartfren F.J. Arinto Utama di sela peluncuran produk kartu perdana Smartfren 4G GSM+ di Hotel Wimarion Semarang, Senin.
Dia mengatakan untuk pemasaran produk tersebut, Smartfren menggandeng sejumlah merek telepon seluler ternama, di antaranya Samsung, Lenovo, dan Oppo.
Dia mengatakan untuk pembelian perangkat telepon seluler merek Samsung, Lenovo, dan Oppo tipe tertentu dengan sistem 4G LTE akan memperoleh "starter pack" berupa kartu perdana 4G GSM+.
"Ketiga `brand` ini memiliki pangsa pasar yang kuat, sekarang menjadi `market leader`. Bahkan, pangsa pasar Samsung saja sudah mencapai 40 persen," katanya.
Kondisi tersebut berbeda dengan pangsa pasar Andromax atau telepon seluler keluaran Smartfren yang hingga saat ini masih di angka 4 persen.
"Kalau kami hanya fokus di Andromax otomatis hanya bertahan di 4 persen ini. Oleh karena itu, kami menggandeng `brand` yang menjadi `market leader`. Dengan demikian pelanggan baru akan selalu ada," katanya.
Selain ketiga merek telepon seluler tersebut, masih ada sejumlah merek lain yang digandeng untuk pemasaran kartu perdana 4G GSM+ milik Smartfren itu, di antaranya Motorola seri Z, Sony, Lava, Xiomi, Asus, dan Huawei.
Terkait dengan penjualannya, mengingat banyak merek telepon seluler yang digandeng, pihaknya optimistis penjualan kartu perdana 4G GSM+ di Jawa Tengah selama semester pertama tahun ini bisa mencapai 250.000 kartu.
Pewarta : Aris Wasita Widiastuti
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Wonosobo periksa telepon seluler anggota antisipasi judi online
09 November 2024 19:09 WIB, 2024
Ratusan telepon seluler milik warga binaan Lapas Semarang dimusnahkan
06 February 2024 22:03 WIB, 2024
Perampas telepon seluler hingga korban tewas di Magelang dibekuk polisi
02 January 2024 15:06 WIB, 2024
PCNU Temanggung minta tinjau ulang larangan santri gunakan telepon seluler
29 November 2021 0:52 WIB, 2021
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Cara pantau CCTV analog via smartphone tanpa perlu beli perangkat baru
24 April 2025 16:29 WIB, 2025
Xiaomi Indonesia kenalkan strategi integrasikan manusia, mobil, dan rumah
31 May 2024 16:17 WIB, 2024