Bupati: Warga Butuh Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana
Minggu, 12 Maret 2017 20:15 WIB
Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro. (Foto: ANTARAJATENG.COM/Humas Pemkab Banjarnegara)
Banjarnegara, ANTARA JATENG - Warga yang tinggal di lokasi rawan bencana membutuhkan pelatihan pengurangan risiko bencana, kata Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro.
"Penting bagi warga agar tahu apa yang harus dilakukan dan kemana harus berlindung jika terjadi bencana," kata Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro di Banjarnegara, Minggu.
Warga, kata dia, harus bisa membaca tanda-tanda bencana dan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Oleh karena itu, pelatihan pengurangan risiko bencana, kata dia, menjadi penting bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor.
"Pasalnya, mereka harus waspada dan ekstra hati-hati terhadap tanda-tanda bencana," katanya.
Dia menambahkan, banyak wilayah rawan bencana yang sudah ditempati selama puluhan tahun.
"Mereka yang tinggal di lokasi bencana setiap hari bahkan tiap detik mengalami risiko bencana jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi," katanya.
Selain itu, bupati juga kembali meminta warga untuk mewaspadai terjadinya bencana alam yang rentan terjadi saat musim hujan.
"Khususnya warga yang bermukim di kawasan rawan bencana," katanya.
Sementara berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih akan terjadi di wilayah Banjarnegara dalam beberapa hari ke depan.
Meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi namun tetap berpotensi terjadinya longsor, terutama di wilayah yang berada di sekitar tebing.
"Penting bagi warga agar tahu apa yang harus dilakukan dan kemana harus berlindung jika terjadi bencana," kata Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro di Banjarnegara, Minggu.
Warga, kata dia, harus bisa membaca tanda-tanda bencana dan apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
Oleh karena itu, pelatihan pengurangan risiko bencana, kata dia, menjadi penting bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor.
"Pasalnya, mereka harus waspada dan ekstra hati-hati terhadap tanda-tanda bencana," katanya.
Dia menambahkan, banyak wilayah rawan bencana yang sudah ditempati selama puluhan tahun.
"Mereka yang tinggal di lokasi bencana setiap hari bahkan tiap detik mengalami risiko bencana jika terjadi curah hujan yang cukup tinggi," katanya.
Selain itu, bupati juga kembali meminta warga untuk mewaspadai terjadinya bencana alam yang rentan terjadi saat musim hujan.
"Khususnya warga yang bermukim di kawasan rawan bencana," katanya.
Sementara berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan masih akan terjadi di wilayah Banjarnegara dalam beberapa hari ke depan.
Meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi namun tetap berpotensi terjadinya longsor, terutama di wilayah yang berada di sekitar tebing.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pj Gubernur jaring masukan pada Musrenbang fokus kepentingan rakyat
11 February 2025 16:54 WIB, 2025
Pemprov Jateng salurkan bantuan penanganan banjir Demak-Grobogan Rp847 juta
23 January 2025 22:01 WIB, 2025
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Muhammadiyah ingatkan resiliensi bencana penting bagi pangan-ekonomi Jateng selatan
15 May 2026 14:14 WIB