Korea Selatan Kembangkan Robot Bedah
Senin, 26 Desember 2016 15:17 WIB
Seoul Antara Jateng - Peneliti di Korea Selatan tengah mengembangkan robot yang membantu dalam operasi pasien, kendati memang diakui pengembangan teknologi ini masih lebih mahal daripada operasi konvensional.
Robot ini memungkinkan dokter untuk melakukan operasi rinci dengan sayatan minimal, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan nyeri, serta waktu pemulihan lebih cepat.
Para dokter mengatakan, robot akan berguna untuk operasi tumor ganas di daerah seperti hati. Menurut mereka, robot operasi adalah pengembangan paling maju dalam bedah invasif minimal, meskipun laporan mengenai robot yang membantu operasi pengangkatan tumor di atau sekitar pankreas atau di saluran empedu masih sangat kecil.
"Metode operasi semacam ini sebagian besar dilakukan melalui laparotomi (insisi di perut) karena merupakan prosedur yang sangat sulit. Namun, semakin banyak ahli bedah melakukan operasi menggunakan robot," kata Park Min-soo dari Rumah Sakit Universitas Kyunghee.
Menurut dokter, operasi kanker tiroid menggunakan robot lima kali lebih mahal daripada metode konvensional yang dilindungi oleh asuransi kesehatan nasional.
"Operasi Robotic meninggalkan hampir tidak ada bekas luka dan memberikan pandangan yang lebih luas bagi para dokter selama operasi. Namun, biaya operasi masih sangat memberatkan pasien," kata Park seperti dilansir Yonhap.
Robot ini memungkinkan dokter untuk melakukan operasi rinci dengan sayatan minimal, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi dan nyeri, serta waktu pemulihan lebih cepat.
Para dokter mengatakan, robot akan berguna untuk operasi tumor ganas di daerah seperti hati. Menurut mereka, robot operasi adalah pengembangan paling maju dalam bedah invasif minimal, meskipun laporan mengenai robot yang membantu operasi pengangkatan tumor di atau sekitar pankreas atau di saluran empedu masih sangat kecil.
"Metode operasi semacam ini sebagian besar dilakukan melalui laparotomi (insisi di perut) karena merupakan prosedur yang sangat sulit. Namun, semakin banyak ahli bedah melakukan operasi menggunakan robot," kata Park Min-soo dari Rumah Sakit Universitas Kyunghee.
Menurut dokter, operasi kanker tiroid menggunakan robot lima kali lebih mahal daripada metode konvensional yang dilindungi oleh asuransi kesehatan nasional.
"Operasi Robotic meninggalkan hampir tidak ada bekas luka dan memberikan pandangan yang lebih luas bagi para dokter selama operasi. Namun, biaya operasi masih sangat memberatkan pasien," kata Park seperti dilansir Yonhap.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI inspeksi Daop 5 Purwokerto pastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 lintas selatan
10 February 2026 18:55 WIB
BMKG: Waspadai hujan sedang hingga lebat disertai petir di Jateng bagian selatan
28 January 2026 16:47 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB