Dua Santri di Semarang Tewas Tersambar Kereta
Senin, 25 Juli 2016 6:51 WIB
Ilustrasi- Seorang anak mengatur lalu lintas saat ada Kereta Api (KA) yang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kaligunting, Mejayan, Kab. Madiun, Rabu (8/7/15). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Semarang, Antara Jateng - Dua Santri Pondok Pesantren Uswatun Hasanah, Mangkang, Kota Semarang, Minggu, tewas setelah tersambar kereta api yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu tidak jauh dari pondok pesantren tersebut.
Kapolsek Tugu Komisaris Suwarto membenarkan kejadian yang menewaskan dua santri berusia belasan tahun tersebut.
Kedua korban tewas masing-masing Abdul Rosyid Sidik (12) warga Brangsong, Kabupaten Kendal dan Muchamad Najih Al Hadi (12) warga Sibantal, Plantugan, Kabupaten Kendal.
"Diduga karena kurang waspada saat melintas," katanya.
Menurut dia, korban tidak waspada saat melintas karena ternyata ada dua kereta yang lewat pada saat hampir bersamaan.
Sebuah rangkaian kereta melaju dari arah timur pada lajur sebelah utara.
Ketika dirasa sudah aman, korban yang melintas bersama beberapa santri lain tersebut tidak mengetahui jika ada kereta lain dari arah barat yang juga melintas.
"Setelah kereta pertama melintas korban tidak menyadari jika ada kereta kedua yang juga melintas dalam waktu hampir bersamaan," katanya.
Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang untuk diautopsi.
Kapolsek Tugu Komisaris Suwarto membenarkan kejadian yang menewaskan dua santri berusia belasan tahun tersebut.
Kedua korban tewas masing-masing Abdul Rosyid Sidik (12) warga Brangsong, Kabupaten Kendal dan Muchamad Najih Al Hadi (12) warga Sibantal, Plantugan, Kabupaten Kendal.
"Diduga karena kurang waspada saat melintas," katanya.
Menurut dia, korban tidak waspada saat melintas karena ternyata ada dua kereta yang lewat pada saat hampir bersamaan.
Sebuah rangkaian kereta melaju dari arah timur pada lajur sebelah utara.
Ketika dirasa sudah aman, korban yang melintas bersama beberapa santri lain tersebut tidak mengetahui jika ada kereta lain dari arah barat yang juga melintas.
"Setelah kereta pertama melintas korban tidak menyadari jika ada kereta kedua yang juga melintas dalam waktu hampir bersamaan," katanya.
Jenazah kedua korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang untuk diautopsi.
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pesantren Darul Amanah Kendal raih penghargaan Indonesia Creativity and Best Leader Award 2026
06 February 2026 14:04 WIB
Wagub Jateng: Pondok Pesantren harus jadi ruang aman dan ramah bagi anak santri
12 December 2025 20:26 WIB
Bambang Sukoco raih Doktor UII, tawarkan konsep Nidzomul Ma'had untuk perlindungan hak santri
29 November 2025 18:51 WIB
Polres Purbalingga gelar program edukasi santri tentang tertib berlalu lintas
21 November 2025 20:03 WIB
Mahasantri Pondok Shabran UMS dampingi warga Turan Amis Kalimantan Tengah dalam pengajian rutin
16 November 2025 14:58 WIB
Terpopuler - Insiden
Lihat Juga
Polres Jepara selidiki kasus kematian enam orang usai mengkonsumsi miras oplosan
11 February 2026 12:55 WIB
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
Dinkes Kudus mencatat hanya tersisa dua siswa SMA Negeri 2 yang masih rawat inap
03 February 2026 11:30 WIB
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB