Merkurius Melintas di depan Matahari hari ini
Senin, 9 Mei 2016 14:01 WIB
Gambaran konseptual transit Merkurius tahun 2016 di laman NASA. Merkurius akan melintas antara Bumi dan matahari dalam peristiwa astronomis langka pada 9 Mei 2016 sekitar pukul 07.12 pagi dan 02.42 siang. (NASA)
Cape Canaveral, Florida, Antara Jateng - Para pengamat bintang akan mendapat kesempatan langka untuk menyaksikan Merkurius terbang melintas di depan matahari pada Senin, pemandangan yang terbentang sekali setiap sepuluh tahun atau lebih, saat Bumi dan planet tetangganya yang lebih kecil berada dalam keselarasan sempurna.
Titik-titik terbaik untuk mengamati kejadian astronomis yang disebut para astronom sebagai transit itu meliputi bagian timur Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa Barat dan Afrika, dengan asumsi awan tidak menutupi matahari.
Di wilayah-wilayah itu, seluruh transit akan terjadi pada siang hari menurut majalah Sky and Telescope.
Namun Merkurius terlalu kecil untuk terlihat tanpa teropong atau teleskop berdaya tinggi, dan melihat langsung ke matahari, bahkan dengan kaca mata, bisa menyebabkan kerusakan mata permanen.
Untungnya Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan organisasi-organisasi astronomi menyediakan kursi sisi cincin virtual untuk pertunjukan itu lewat gambar-gambar transit yang seluruhnya ditayangkan langsung dan juga tanggapan para ahli mengenai peristiwa itu.
Planet kecil, sedikit lebih besar dari bulan Bumi, akan mulai terlihat seperti titik hitam kecil di pinggir matahari pukul 07.12 pagi (1112 GMT).
Dengan kecepatan perjalanan 30 mil (48 kilometer) per detik, Merkurius akan membutuhkan waktu 7,5 jam untuk melintasi wajah matahari, yang diameternya sekitar 864.300 mil (1,39 juta kilometer), atau sekitar 109 kali lebih besar dari Bumi.
"Tidak seperti bintik matahari, yang bentuknya tidak beraturan dan berbatas kelabu, siluet Merkurius akan hitam dan bulat akurat," kata Sky and Telescope dalam siaran pers.
Kejadian itu akan bisa disaksikan di bagian barat Amerika Serikat setelah fajar, saat transit sudah berjalan, dan akan berakhir saat matahari terbenam di beberapa bagian Eropa, Afrika, dan sebagian besar Asia.
NASA Television, yang bisa diakses lewat Internet, akan menyiarkan langsung video dan gambar-gambar dari Solar Dynamics Observatory dan teleskop-teleskop lainnya.
Pertunjukan itu meliputi diskusi dengan ilmuwan NASA, yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan via Twitter dengan tagar #AskNASA.
Selain itu SkyandTelescope.com berencana menayangkan siaran langsung kejadian itu dan Slooh.com, yang menawarkan pengamatan teleskop langsung via Internet, akan menayangkan peristiwa itu serta gambar-gambar Merkurius yang diambil observatorium-observatorium di seluruh dunia.
Teleskop virtual Eropa, jaringan teleskop robotik lainnya, akan menayangkan langsung transit di www.virtualtelescope.eu
Para ilmuwan akan memanfaatkan transit Merkurius untuk berbagai proyek ilmiah, termasuk menyempurnakan teknik untuk mengamati planet-planet di luar tata surya.
"Ketika satu planet melintas di depan matahari, itu menyebabkan sinar matahari meredup. Para ilmuwan bisa mengukur penurunan kecerahan dari bintang-bintang lain untuk menemukan planet-planet yang mengorbitinya," kata NASA.
Seperti dilansir kantor berita Reuters, transit terakhir Merkurius tahun 2006 dan planet akan melintas antara matahari dan Bumi lagi tahun 2019. Setelah itu, kesempatan selanjutnya untuk menyaksikan peristiwa itu tidak akan datang sampai 2032.
Titik-titik terbaik untuk mengamati kejadian astronomis yang disebut para astronom sebagai transit itu meliputi bagian timur Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa Barat dan Afrika, dengan asumsi awan tidak menutupi matahari.
Di wilayah-wilayah itu, seluruh transit akan terjadi pada siang hari menurut majalah Sky and Telescope.
Namun Merkurius terlalu kecil untuk terlihat tanpa teropong atau teleskop berdaya tinggi, dan melihat langsung ke matahari, bahkan dengan kaca mata, bisa menyebabkan kerusakan mata permanen.
Untungnya Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan organisasi-organisasi astronomi menyediakan kursi sisi cincin virtual untuk pertunjukan itu lewat gambar-gambar transit yang seluruhnya ditayangkan langsung dan juga tanggapan para ahli mengenai peristiwa itu.
Planet kecil, sedikit lebih besar dari bulan Bumi, akan mulai terlihat seperti titik hitam kecil di pinggir matahari pukul 07.12 pagi (1112 GMT).
Dengan kecepatan perjalanan 30 mil (48 kilometer) per detik, Merkurius akan membutuhkan waktu 7,5 jam untuk melintasi wajah matahari, yang diameternya sekitar 864.300 mil (1,39 juta kilometer), atau sekitar 109 kali lebih besar dari Bumi.
"Tidak seperti bintik matahari, yang bentuknya tidak beraturan dan berbatas kelabu, siluet Merkurius akan hitam dan bulat akurat," kata Sky and Telescope dalam siaran pers.
Kejadian itu akan bisa disaksikan di bagian barat Amerika Serikat setelah fajar, saat transit sudah berjalan, dan akan berakhir saat matahari terbenam di beberapa bagian Eropa, Afrika, dan sebagian besar Asia.
NASA Television, yang bisa diakses lewat Internet, akan menyiarkan langsung video dan gambar-gambar dari Solar Dynamics Observatory dan teleskop-teleskop lainnya.
Pertunjukan itu meliputi diskusi dengan ilmuwan NASA, yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan via Twitter dengan tagar #AskNASA.
Selain itu SkyandTelescope.com berencana menayangkan siaran langsung kejadian itu dan Slooh.com, yang menawarkan pengamatan teleskop langsung via Internet, akan menayangkan peristiwa itu serta gambar-gambar Merkurius yang diambil observatorium-observatorium di seluruh dunia.
Teleskop virtual Eropa, jaringan teleskop robotik lainnya, akan menayangkan langsung transit di www.virtualtelescope.eu
Para ilmuwan akan memanfaatkan transit Merkurius untuk berbagai proyek ilmiah, termasuk menyempurnakan teknik untuk mengamati planet-planet di luar tata surya.
"Ketika satu planet melintas di depan matahari, itu menyebabkan sinar matahari meredup. Para ilmuwan bisa mengukur penurunan kecerahan dari bintang-bintang lain untuk menemukan planet-planet yang mengorbitinya," kata NASA.
Seperti dilansir kantor berita Reuters, transit terakhir Merkurius tahun 2006 dan planet akan melintas antara matahari dan Bumi lagi tahun 2019. Setelah itu, kesempatan selanjutnya untuk menyaksikan peristiwa itu tidak akan datang sampai 2032.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Pekalongan batasi kendaraan bersumbu tiga melintas di wilayah perkotaan
01 November 2025 10:50 WIB
Banjir rendam rel, KAI batalkan 16 perjalanan KA yang melintas di Semarang
29 October 2025 13:16 WIB
78.848 kendaraan melintas gerbang Kalikangkung pada Minggu tujuan barat
15 April 2024 14:34 WIB, 2024
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB