"Gejala dan indikasi serta tanda-tandanya sama antara campak dan rubella, hanya saja untuk rubbela ini lebih ringan dari pada campak," kata Supardjo usai peresmian Puskesmas Pare, Kecamatan Kranggan, Temanggung, Kamis.

Ia menuturkan untuk penyakit campak, jika daya tahan tubuh tidak bagus bisa komplikasi yang paling berbahaya, yaitu radang paru-paru.

Menurut dia kedua jenis penyakit tersebut sama-sama di sebabkan oleh virus, sehingga penyakit ini mudah menular dalam waktu yang cukup singkat, apalagi jika kondisi fisik kurang prima.

Ia mengatakan hingga saat ini memang belum ada penanganan secara khusus untuk menangani peyakit ini, hanya saja untuk mencegah campak ada imunisasi campak, untuk rubella belum ada imunisasinya.

"Penanganannya hampir sama yakni, dengan meningkatkan daya tahan tubuh, mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga dan istirahat yang cukup," terangnya.

Wabah penyakit rubella ini telah terjadi di tiga Desa di Kecamatan Tretep yakni, di Desa Sigedong, Larangan, dan Desa Bonjor.

Menurut Kepala Puskesmas Tretep, Samidi hingga Rabu (13/1) tercatat ada 54 anak yang menderita penyakit tersebut.

Ia mengatakan pihaknya terpaksa terjun langsung untuk menangani dan mencegah penularan penyakit ini, karena sebagian besar warga di ketiga desa tersebut enggan berobat ke Puskesmas.