Lomba dan Pameran Kartun Santri Nusantara Berskala Internasional
Jumat, 4 September 2015 11:41 WIB
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mohsen MM, menuturkan, kegiatan dimaksudkan sebagai ikhtiar memperkenalkan Islam yang santun. Hal itu sekaligus untuk menunjukkan citra pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang positif serta menghasilkan manusia Indonesia yang cerdas, santun, dan berakhlak.
“Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat terlibat langsung dalam memperkenalkan Islam yang rahmatan lilalamin. Adapun pemilihan media kartun dimaksudkan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami masyarakat,†ujar Mohsen di Jakarta, Kamis.
Lomba kartun mengangkat tema “Bernegara dan beragama yang santun berakhlakâ€. Peserta dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan santri. Karya dibuat di atas kertas putih berukuran A3 (29 cm x 42 cm), bisa menggunakan teknik manual, olah digital, maupun campuran. Peserta boleh mengirimkan maksimal tiga karya. Karya-karya itu belum pernah memenangi kontes apapun. Identitas peserta berupa nama, alamat, e-mail, dan nomor kontak telepon dicantumkan di belakang karya. Khusus peserta kategori santri wajib melampirkan fotokopi kartu tanda santri pondok pesantren.
“Lomba ini sifatnya internasional, terbuka untuk kartunis dari Indonesia dan mancanegara,†kata Mohsen.
Karya bisa dikirim atau diantar langsung ke alamat: Panitia Lomba & Pameran Kartun Santri Nusantara, Ruang Subbag Tata Usaha Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Lt. 6 Gedung Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng No. 3-4 Jakarta Pusat 10710.
Pengiriman karya bisa dilakukan sejak informasi ini diumumkan sampai dengan batas akhir pengiriman karya pada Kamis, 5 November 2015, pukul 17.00 WIB.
Seluruh karya yang masuk akan dinilai oleh dewan juri beranggotakan KH Ahmad Mustofa Bisri (Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin, Rembang), GM Sudharta (kartunis senior), Pramono R Pramujo (kartunis senior), dan Abdullah Ibnu Thalhah (Direktur Rumah Kartun Indonesia).
Dewan juri akan memilih 9 pemenang untuk setiap kategori. Para pemenang akan dihubungi panitia via telepon /surat/e-mail. Pengumuman dilaksanakan pada 10 November 2015 di websiteditpdpontren.kemenag.go.id, media cetak dan media sosial.
Sebanyak 100 karya akan dipilih oleh kurator Kuss Indarto Sanjaya untuk dipamerkan. Pameran rencananya akan dilaksanakan di Galeri Nasional Jakarta pada bulan Desember mendatang. Panitia juga mengundang sejumlah tokoh untuk menjadi peserta kehormatan pameran. Mereka antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, D Zawawi Imron, GM Sudharta, Pramono R Pramujo, Prie GS, Koesnan Hoesie, dan lainnya. Di sela pameran akan digelar sarasehan “Islam dalam Kartun†dengan pembicara KH Ahmad Mustofa Bisri, Guru Besar Ilmu Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Prof Abdul Hadi WM, dan kartunis senior Pramono R Pramujo.
“Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat terlibat langsung dalam memperkenalkan Islam yang rahmatan lilalamin. Adapun pemilihan media kartun dimaksudkan agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami masyarakat,†ujar Mohsen di Jakarta, Kamis.
Lomba kartun mengangkat tema “Bernegara dan beragama yang santun berakhlakâ€. Peserta dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan santri. Karya dibuat di atas kertas putih berukuran A3 (29 cm x 42 cm), bisa menggunakan teknik manual, olah digital, maupun campuran. Peserta boleh mengirimkan maksimal tiga karya. Karya-karya itu belum pernah memenangi kontes apapun. Identitas peserta berupa nama, alamat, e-mail, dan nomor kontak telepon dicantumkan di belakang karya. Khusus peserta kategori santri wajib melampirkan fotokopi kartu tanda santri pondok pesantren.
“Lomba ini sifatnya internasional, terbuka untuk kartunis dari Indonesia dan mancanegara,†kata Mohsen.
Karya bisa dikirim atau diantar langsung ke alamat: Panitia Lomba & Pameran Kartun Santri Nusantara, Ruang Subbag Tata Usaha Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Lt. 6 Gedung Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng No. 3-4 Jakarta Pusat 10710.
Pengiriman karya bisa dilakukan sejak informasi ini diumumkan sampai dengan batas akhir pengiriman karya pada Kamis, 5 November 2015, pukul 17.00 WIB.
Seluruh karya yang masuk akan dinilai oleh dewan juri beranggotakan KH Ahmad Mustofa Bisri (Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin, Rembang), GM Sudharta (kartunis senior), Pramono R Pramujo (kartunis senior), dan Abdullah Ibnu Thalhah (Direktur Rumah Kartun Indonesia).
Dewan juri akan memilih 9 pemenang untuk setiap kategori. Para pemenang akan dihubungi panitia via telepon /surat/e-mail. Pengumuman dilaksanakan pada 10 November 2015 di websiteditpdpontren.kemenag.go.id, media cetak dan media sosial.
Sebanyak 100 karya akan dipilih oleh kurator Kuss Indarto Sanjaya untuk dipamerkan. Pameran rencananya akan dilaksanakan di Galeri Nasional Jakarta pada bulan Desember mendatang. Panitia juga mengundang sejumlah tokoh untuk menjadi peserta kehormatan pameran. Mereka antara lain KH Ahmad Mustofa Bisri, D Zawawi Imron, GM Sudharta, Pramono R Pramujo, Prie GS, Koesnan Hoesie, dan lainnya. Di sela pameran akan digelar sarasehan “Islam dalam Kartun†dengan pembicara KH Ahmad Mustofa Bisri, Guru Besar Ilmu Falsafah dan Agama Universitas Paramadina Prof Abdul Hadi WM, dan kartunis senior Pramono R Pramujo.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prodi Arsitektur dan PPAr UMS gelar workshop profesional Arsitektur Biomimikri
18 May 2026 14:42 WIB
Manfaat buah pisang dan nanas di mata atlet The 1st Muhammadiyah Games cabor tapak suci
17 May 2026 10:14 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Kak Seto Minta Dinsos Awasi Panti agar tidak Terjadi Tindak Kekerasan
31 January 2017 15:39 WIB, 2017
Ketinggian Air Bengawan Solo di Lamongan Siaga I , Daerah Hilir diminta Waspada
31 January 2017 11:31 WIB, 2017
Khofifah Bangga Lahir dari "Rahim" NU Dibesarkan dalam Tradisi Organisasi Islam
31 January 2017 11:22 WIB, 2017
Menlu: 24 Jenazah Korban Kapal sudah Ditemukan, Delapan Siap Dipulangkan
27 January 2017 18:48 WIB, 2017
Menlu Pastikan Endah Cakrawati menjadi Korban Pesawat Jatuh di Australia
27 January 2017 17:38 WIB, 2017