AIPI Luncurkan Program Iptek Rayakan "Silver Jubilee"
Senin, 25 Mei 2015 11:09 WIB
Presiden ke-3 RI B.J. Habibie (kanan) berbincang dengan dua orang anggota baru Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Dewi Fortuna Anwar (tengah) dan Armida Salsiah Alisjahbana (kiri) pada acara jamuan makan malam perayaan ulang tahun ke-25 AIPI d
"Selama ini selalu sibuk dengan isu ekonomi dan politik yang dirasa lebih genting, namun ilmu pengetahuan berperan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Lalu apakah kita harus menunggu lebih lama untuk mengedepankan isu pengetahuan?" Ketua AIPI Sangkot Marzuki dalam acara "Silver Jubilee" AIPI di Jakarta, Senin.
Dalam usia ke 25 tahun, ia mengatakan AIPI menjadi momentum yang tepat untuk menggiatkan kembali pengetahuan ilmu pengetahuan dan budaya ilmiah di Indonesia.
Program yang akan diperkenalkan AIPI, menurut dia, yakni Agenda Ilmu Pengetahuan-SAINS 2045 dan Akademi Ilmuwan Muda, serta Dana Ilmu pengetahuan Indonesia (Indonesian Science Fund) yang bertujuan menggalang dana penelitian dan pengembangan secara independen.
Dalam rangkaian "silver jubilee" AIPI diawali dengan seminar bertema Indonesia Sebagai Tapak Ilmiah Dunia Mengikuti Jejak Alfred Russel Wallace. Seminar membahas tentang empat penemuan akbar dunia yang terinspirasi dari bumi Indonesia yakni Asia Tenggara sebagai Stasiun Utama Penyebaran Manusia Mondern, Manusia Jawa Telah Menggunakan Alat dan Kreativitas 500.000 tahun lalu, Homo Florensiensis Spesies Homonid Bary atau Homo Sapiens Abnormal, serta Lukisan Gua di Sulawesi Selatan Bukti Kreativitas Homo sapiens tertua Dunia.
Sedangkan workshop yang digelar terdiri dari tiga berkaitan dengan biosecurity, lifestyle diseases, dan emerging diseases yang bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara, USAID, Pemerintah Australia, serta kolaborasi dengan berbagai akademi limu pengetahuan seperti National Academy of Sciences dari Amerika Serikat, Australian Academy of Science, dan Akademi Ilmu Pengetahuan Belanda (KNAW), dan lembaga penelitian seperti National Health and Medical Research Council (NHMRC) Australia dan SEAMEO-QITEP.
Sebelumnya peringatan 25 tahun AIPI diawali dengan Sidang Paripurna Anggota AIPI yang juga dihadiri Presiden ke-3 Republik Indonesia B J Habibie selaku salah satu pendiri AIPI.
Dalam usia ke 25 tahun, ia mengatakan AIPI menjadi momentum yang tepat untuk menggiatkan kembali pengetahuan ilmu pengetahuan dan budaya ilmiah di Indonesia.
Program yang akan diperkenalkan AIPI, menurut dia, yakni Agenda Ilmu Pengetahuan-SAINS 2045 dan Akademi Ilmuwan Muda, serta Dana Ilmu pengetahuan Indonesia (Indonesian Science Fund) yang bertujuan menggalang dana penelitian dan pengembangan secara independen.
Dalam rangkaian "silver jubilee" AIPI diawali dengan seminar bertema Indonesia Sebagai Tapak Ilmiah Dunia Mengikuti Jejak Alfred Russel Wallace. Seminar membahas tentang empat penemuan akbar dunia yang terinspirasi dari bumi Indonesia yakni Asia Tenggara sebagai Stasiun Utama Penyebaran Manusia Mondern, Manusia Jawa Telah Menggunakan Alat dan Kreativitas 500.000 tahun lalu, Homo Florensiensis Spesies Homonid Bary atau Homo Sapiens Abnormal, serta Lukisan Gua di Sulawesi Selatan Bukti Kreativitas Homo sapiens tertua Dunia.
Sedangkan workshop yang digelar terdiri dari tiga berkaitan dengan biosecurity, lifestyle diseases, dan emerging diseases yang bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara, USAID, Pemerintah Australia, serta kolaborasi dengan berbagai akademi limu pengetahuan seperti National Academy of Sciences dari Amerika Serikat, Australian Academy of Science, dan Akademi Ilmu Pengetahuan Belanda (KNAW), dan lembaga penelitian seperti National Health and Medical Research Council (NHMRC) Australia dan SEAMEO-QITEP.
Sebelumnya peringatan 25 tahun AIPI diawali dengan Sidang Paripurna Anggota AIPI yang juga dihadiri Presiden ke-3 Republik Indonesia B J Habibie selaku salah satu pendiri AIPI.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BEM Berdampak UMS luncurkan program Sewu Santun pada program pengabdian masyarakat
26 December 2025 11:38 WIB
Polres Batang luncurkan layanan berbasis teknologi sambut libur Natal Tahun Baru
16 December 2025 10:22 WIB
UMS luncurkan prototipe sains berbasis warga di Rusunawa Surakarta melalui Kampung Peduli TBC
14 December 2025 13:12 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB