ITB Sosialisasikan Teknologi "Smart Grid"
Jumat, 3 April 2015 15:56 WIB
Institut Teknologi Bandung (ITB) (id.wikipedia.org)
"Smart Grid hadir untuk mendukung teknologi dan komunikasi sebagai infratruktur yang cerdas dan solusi keterbatasan energi dan menuju energi ramah lingkungan," kata Dosen Jurusan Elektro ITB Dr Deni Hamdani pada Kuliah Internasional Smart Grid dan Green Energy di Bandung, Jumat.
Pada kegiatan itu hadir sejumlah pakar, salah satunya dari Prancis sebagai pusat penelitian Smart Grid, kata Sekertaris Acara Dr. Ing Deni Hamdani di Bandung, Kamis.
Selain cerdas, Smart Grid dapat meningkatkan efisensi, sustainbilitas, ekonomi dan ramah lingkungan dalam bidang ketenagalistirkan.
Smart Grid trend teknologi terbaru di dunia ketenagalistirikan yang pada negara-negara maju sudah menjadi solusi utama bagi pengematan energi.
"Eropa dan Amerika Serikat sudah berinvestasi besar-besaran dalam mengaplikasikan Smard Grid yang fungsinya besar dalam menajemen energi," kata dia.
Khusus di Indonesia, Deni mengatakan masalah utama mengaplikasian Smart Grid adalah pada aspek ketersediaan energi dan kehandalan. Namun ke depan konsep revolusioner itu akan menjadi tantangan bagi PLN untuk mengembangkannya secara besar dan terstuktur.
"Sudah ada beberapa tempat percontohan Smart Grid. Salah satunya, Sumbawa Barat yang merupakan tempat yang cukup terisolasi," kata Deni Hamdani.
Hadir pada forum itu pembicara dari beberapa Universitas Prancis, seperti Toulouse, Grenoble, Belford dan Le Havre.
Selain pengenalan Smart Grid, acara yang dihadiri oleh 42 unit PLN itu diharapkan menjadi media penyampaian trend ketenagalistrikan global yang dapat diaplikasikan di Indonesia.
Pada kegiatan itu hadir sejumlah pakar, salah satunya dari Prancis sebagai pusat penelitian Smart Grid, kata Sekertaris Acara Dr. Ing Deni Hamdani di Bandung, Kamis.
Selain cerdas, Smart Grid dapat meningkatkan efisensi, sustainbilitas, ekonomi dan ramah lingkungan dalam bidang ketenagalistirkan.
Smart Grid trend teknologi terbaru di dunia ketenagalistirikan yang pada negara-negara maju sudah menjadi solusi utama bagi pengematan energi.
"Eropa dan Amerika Serikat sudah berinvestasi besar-besaran dalam mengaplikasikan Smard Grid yang fungsinya besar dalam menajemen energi," kata dia.
Khusus di Indonesia, Deni mengatakan masalah utama mengaplikasian Smart Grid adalah pada aspek ketersediaan energi dan kehandalan. Namun ke depan konsep revolusioner itu akan menjadi tantangan bagi PLN untuk mengembangkannya secara besar dan terstuktur.
"Sudah ada beberapa tempat percontohan Smart Grid. Salah satunya, Sumbawa Barat yang merupakan tempat yang cukup terisolasi," kata Deni Hamdani.
Hadir pada forum itu pembicara dari beberapa Universitas Prancis, seperti Toulouse, Grenoble, Belford dan Le Havre.
Selain pengenalan Smart Grid, acara yang dihadiri oleh 42 unit PLN itu diharapkan menjadi media penyampaian trend ketenagalistrikan global yang dapat diaplikasikan di Indonesia.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Pangeran asal Brunei Darussalam temui Ahmad Luthfi, jajaki investasi energi terbarukan di Jateng
06 February 2026 7:55 WIB
Peneliti ungkap spesies baru Nepenthes dari Kalbar, terpantau awal via medsos
24 January 2026 14:38 WIB
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB