Pekalongan Kembangkan Wisata Desa Durian
Kamis, 5 Maret 2015 10:25 WIB
Ilustrasi - Seorang pengunjung memilih durian langsung dari pohon. (Foto ANTARA)
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Ali Reza di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa potensi budi daya durian Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar sudah relatif banyak dikenal pengunjung dari luar daerah sehingga layak menjadi ikon wisata desa.
"Buah durian dari Desa Lolong mempunyai rasa enak dan digemari oleh warga dari daerah lain. Dengan potensi yang dimiliki oleh Desa Lolong tersebut, pemkab telah berulang kali menggelar festival 'Durian Lolong' dengan dihadiri para pengunjung dari daerah setempat maupun luar," katanya.
Ia mengatakan kegiatan festival "Durian Lolong" mulai diselenggarakan pada 2008 dan mendapat respons positif dari pengunjung sehingga pemkab even tersebut selalu digelar setiap tahunnya.
"Rencananya, festival 'Durian Lolong 2015' ini akan digelar pada 8 Maret 2015. Pengunjung selain akan disuguhi durain dengan rasa yang lezat, mereka juga bisa menikmati keindahan alam yang masih sejuk," katanya.
Ia mengatakan Desa Lolong berbatasan dengan Kecamatan Lebak Barang atau berjarak sekitar 25 kilometer selatan jalur pantai utara Pekalongan.
"Meski kondisi jalan yang berkelok-kelok tetapi masih mudah dilalui kendaraan sepeda motor maupun mobil. Selama dalam perjalanan menuju Desa Lolong, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan yang hijau yang didominasi pohon durian serta lapak para pedagang menjual buah durian," katanya.
Ia mengatakan pada festival "Durian Lolong 2015", para pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk lokasi sebesar Rp85 ribu per orang dan akan menerima lima buah durian.
"Setelah masuk lokasi festival 'Durian Lolong 2015' pengunjung juga bisa menikmati keindahan jembatan lengkung peninggalan jaman penjajahan Belanda serta pernah diabadikan pada lagu balada oleh penyanyi 'Ebiet G. Ade," katanya.
"Buah durian dari Desa Lolong mempunyai rasa enak dan digemari oleh warga dari daerah lain. Dengan potensi yang dimiliki oleh Desa Lolong tersebut, pemkab telah berulang kali menggelar festival 'Durian Lolong' dengan dihadiri para pengunjung dari daerah setempat maupun luar," katanya.
Ia mengatakan kegiatan festival "Durian Lolong" mulai diselenggarakan pada 2008 dan mendapat respons positif dari pengunjung sehingga pemkab even tersebut selalu digelar setiap tahunnya.
"Rencananya, festival 'Durian Lolong 2015' ini akan digelar pada 8 Maret 2015. Pengunjung selain akan disuguhi durain dengan rasa yang lezat, mereka juga bisa menikmati keindahan alam yang masih sejuk," katanya.
Ia mengatakan Desa Lolong berbatasan dengan Kecamatan Lebak Barang atau berjarak sekitar 25 kilometer selatan jalur pantai utara Pekalongan.
"Meski kondisi jalan yang berkelok-kelok tetapi masih mudah dilalui kendaraan sepeda motor maupun mobil. Selama dalam perjalanan menuju Desa Lolong, pengunjung bisa menikmati pemandangan hutan yang hijau yang didominasi pohon durian serta lapak para pedagang menjual buah durian," katanya.
Ia mengatakan pada festival "Durian Lolong 2015", para pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk lokasi sebesar Rp85 ribu per orang dan akan menerima lima buah durian.
"Setelah masuk lokasi festival 'Durian Lolong 2015' pengunjung juga bisa menikmati keindahan jembatan lengkung peninggalan jaman penjajahan Belanda serta pernah diabadikan pada lagu balada oleh penyanyi 'Ebiet G. Ade," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BeeFam's kembangkan usaha Madu Trigona di Jakarta Barat melalui LinkUMKM BRI
24 March 2026 19:21 WIB
Polresta Banyumas kembangkan kasus penangkapan kurir Sabu-sabu jaringan Jakarta
18 March 2026 0:58 WIB
Kembangkan material ramah lingkungan pengganti kayu, Mahasiswa UMS raih perunggu pada AISEEF 2026
28 February 2026 13:22 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak warga kembangkan pertanian organik skala rumah tangga
20 February 2026 18:16 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS tambah Doktor Ilmu Pendidikan, kembangkan buku Pancasila berorientasi Multiple Sources Learning
12 February 2026 14:46 WIB