Kerajinan Biji Jenitri Tembus Pasar Mancanegara
Jumat, 23 Januari 2015 7:16 WIB
Ilustrasi- Buah Jenitri kering
Perajin biji jenitri Dusun Sangubanyu, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Imam Suhadak, di Magelang, Jumat menyebutkan biji jenitri bisa dibuat berbagai jenis kerajinan, antara lain kalung, bantalan jok mobil, rompi, boneka, dan bola pijat.
"Harga hasil kerajin biji jenitri tersebut bervariasi dari Rp25 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis kerajinan," katanya.
Ia mencontohkan harga kalung atau tasbih Rp25 ribu per buah, bola pijat Rp20 ribu, bantalan jok mobil Rp1 juta, mahkota Gajah Mada antara Rp1 juta hingga Rp5 juta per buah.
Ia menuturkan hasil produk kerajinannya selama ini diekspor ke sejumlah negara, antara lain Hong Kong, Tiongkok, Nepal, Korea, dan Australia.
"Hasil kerajinan kami, sebagian besar diekspor dan permintaan untuk dalam negeri hanya di beberapa kota terutama Bali," katanya.
Ia menuturkan omset penjualan dalam satu bulan antara Rp30 juta hingga 100 juta.
Menurut dia barang kerajinan yang paling banyak diminati adalah tasbih/kalung dan bola pijat.
Ia mengatakan, selama ini tidak ada permasalahan bahan baku. Pihaknya mendapatkan bahan baku dari sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Ambon, dan Sulawesi.
"Harga hasil kerajin biji jenitri tersebut bervariasi dari Rp25 ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis kerajinan," katanya.
Ia mencontohkan harga kalung atau tasbih Rp25 ribu per buah, bola pijat Rp20 ribu, bantalan jok mobil Rp1 juta, mahkota Gajah Mada antara Rp1 juta hingga Rp5 juta per buah.
Ia menuturkan hasil produk kerajinannya selama ini diekspor ke sejumlah negara, antara lain Hong Kong, Tiongkok, Nepal, Korea, dan Australia.
"Hasil kerajinan kami, sebagian besar diekspor dan permintaan untuk dalam negeri hanya di beberapa kota terutama Bali," katanya.
Ia menuturkan omset penjualan dalam satu bulan antara Rp30 juta hingga 100 juta.
Menurut dia barang kerajinan yang paling banyak diminati adalah tasbih/kalung dan bola pijat.
Ia mengatakan, selama ini tidak ada permasalahan bahan baku. Pihaknya mendapatkan bahan baku dari sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Ambon, dan Sulawesi.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tiga dosen UGM Yogyakarta diadili atas dugaan kasus korupsi pembelian fiktif biji kakao
23 October 2025 16:31 WIB
Mahasiswa UMS ciptakan detergen ramah lingkungan berbahan jambu biji dan daun sage
14 October 2025 13:02 WIB
Riset PKM-RE UMS teliti potensi minyak biji alpukat sebagai nanocarrier DNA pada sel kanker payudara
09 September 2025 16:32 WIB
Pemkab Batang terapkan teknologi tanam biji bawang tingkatkan produksi
13 September 2024 8:34 WIB, 2024
Mahasiswa Unsoed bikin detergen cair dari surfaktan biji ketapang-ekstrak daun pala
26 September 2023 17:02 WIB, 2023
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Pelajari Pengelolaan Cagar Budaya, Pemkot Sawahlunto Datangi Semarang
10 February 2017 20:42 WIB, 2017