Dua Kota Kuno Maya Ditemukan di Hutan Meksiko
Sabtu, 23 Agustus 2014 15:48 WIB
Dokumentasi (REUTERS/FUNAI)
Ivan Sprajc, profesor pada Pusat Riset Akademi Ilmu dan Seni Slovenia mengatakan bahwa timnya menemukan kota kuno Lagunita dan Tamchen di Semenanjung Yucatan April lalu dengan mempelajari foto-foto udara di kawasan itu.
Sprajc mengatakan kedua kota tua itu mencapai puncak kejayaannya pada era Klasik Terakhir dan Ujung (600-1000 Masehi). Pada setiap situs, para peneliti menemukan bangunan-bangunan seperti istana, piramida-piramida dan plaza-plaza.
Salah satu dari piramid itu bertinggi hampir 20 meter.
Mereka juga menemukan fasad atau gerbang yang berbentuk pintu masuk seperti mulut raksasa yang kemungkinan besar sebagai salah satu pintu masuk utama ke pusat kota. Foto-foto dari kedua situs menunjukkan bahwa piramida batu menonjol keluar dari bawah dedaunan nan lebat.
"Pintu masuk itu tampaknya menyimbolkan pintu masuk ke sebuah gua dan ke dunia bawah tanah. Orang masuk melalui pintu ini akan memasuki pelataran-pelataran suci," kata dia kepada Reuters via telepon dari Slovenia.
Sprajc mengatakan timnya memetakan 10-12 hektare pada setiap situs, namun kemungkina besar kedua kota itu lebih luas. "Kami telah mengelaborasi sebuah peta tetapi hanya pusat keagamaan dan administrasi kedua kota itu," kata dia. "Ini tampak seperti pusat kota."
Timnya belum mengekskavasi kedua situs tersebut.
"Ada lusinan situs yang sudah saya lihat dari foto-foto udara itu," sambung dia seraya menegaskan bahwa penemuan tambahan akan tergantung pada pendanaan lebih jauh.
Musim panas lalu, Sprajc menemukan situs kota kuno suku Maya lainnya, Chactun, 10 km arah utara Lagunita dan 6 km arah (4 miles) arah barat laut Tamchen, demikian Reuters.
Sprajc mengatakan kedua kota tua itu mencapai puncak kejayaannya pada era Klasik Terakhir dan Ujung (600-1000 Masehi). Pada setiap situs, para peneliti menemukan bangunan-bangunan seperti istana, piramida-piramida dan plaza-plaza.
Salah satu dari piramid itu bertinggi hampir 20 meter.
Mereka juga menemukan fasad atau gerbang yang berbentuk pintu masuk seperti mulut raksasa yang kemungkinan besar sebagai salah satu pintu masuk utama ke pusat kota. Foto-foto dari kedua situs menunjukkan bahwa piramida batu menonjol keluar dari bawah dedaunan nan lebat.
"Pintu masuk itu tampaknya menyimbolkan pintu masuk ke sebuah gua dan ke dunia bawah tanah. Orang masuk melalui pintu ini akan memasuki pelataran-pelataran suci," kata dia kepada Reuters via telepon dari Slovenia.
Sprajc mengatakan timnya memetakan 10-12 hektare pada setiap situs, namun kemungkina besar kedua kota itu lebih luas. "Kami telah mengelaborasi sebuah peta tetapi hanya pusat keagamaan dan administrasi kedua kota itu," kata dia. "Ini tampak seperti pusat kota."
Timnya belum mengekskavasi kedua situs tersebut.
"Ada lusinan situs yang sudah saya lihat dari foto-foto udara itu," sambung dia seraya menegaskan bahwa penemuan tambahan akan tergantung pada pendanaan lebih jauh.
Musim panas lalu, Sprajc menemukan situs kota kuno suku Maya lainnya, Chactun, 10 km arah utara Lagunita dan 6 km arah (4 miles) arah barat laut Tamchen, demikian Reuters.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK geledah rumah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan Rochim di Madiun, sita dokumen dan uang
22 January 2026 10:04 WIB
Terpopuler - Sains dan Rekayasa
Lihat Juga
Mahasiswa SV Undip olah limbah jelantah dengan ekstrak kemangi jadi biocleaner
11 November 2025 8:32 WIB
Tahun depan Pemkot Semarang siapkan bus listrik koridor Mangkang - Penggaron
06 November 2025 21:32 WIB
Dosen UIN Walisongo paparkan metode melihat hilal yang lebih efisien dan tepat sasaran
30 October 2025 12:03 WIB
Wali Kota Tegal Paparkan Inovasi Rusunawa Rendah Karbon di Forum APEKSI 2025 Surabaya
29 October 2025 8:30 WIB