
Udinus Bikin Komik Pendidikan Digital

"Ide pembuatan komik ini didasari rasa tanggung jawab membantu pemerintah dalam menanamkan pendidikan karakter pada para generasi muda," kata pimpinan Dinus Kreatif Udinus Wisnu Buwono di Semarang, Kamis.
Kalangan akademisi, kata dia, patut merasa prihatin ketika karakter bangsa dikotori berbagai tindakan negatif, seperti korupsi, premanisme, kekerasan, tawuran pelajar, kejahatan seksual, dan video porno.
Apalagi, ia mengungkapkan banyaknya komik yang masuk dari negara-negara lain ke Indonesia selama ini, dan lebih banyak komik-komik yang mengangkat cerita berbau kekerasan dan perkelahian.
"Hampir tidak ada yang mengangkat nilai keteladanan. Contoh sederhana, misalnya komik yang menceritakan anak yang membiasakan merapikan kamar sendiri, tidak membuang sampah sembarangan," katanya.
Berangkat dari keprihatinan itu, ia mengatakan Udinus tergerak untuk menciptakan komik pendidikan yang mengangkat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia untuk memberikan keteladanan bagi para generasi muda.
Wisnu yang menjadi ketua tim pembuatan komik pendidikan digital Udinus itu menjelaskan komik tersebut dibuat dengan sistem digital yang bisa diakses lewat "website" oleh seluruh masyarakat.
"Komik ini mengisahkan empat anak, yakni Udin, Dian, Nunus, dan Toro yang menjadi tokoh utama. Keempatnya memiliki latar belakang berbeda, seperti Udin dari keluarga Jawa atau Nunus berasal dari Papua," katanya.
Intinya, kata dia, komik tersebut mengangkat berbagai cerita tentang kehidupan sehari-hari anak-anak di Indonesia yang di dalamnya bisa diambil banyak nilai-nilai luhur yang bisa dijadikan keteladanan.
"Kami sudah siapkan sembilan komik dalam bentuk digital. Ke depannya, komik-komik baru akan terus kami tambah. Untuk segmen, komik ini diperuntukkan bagi semua umur, tetapi utamanya anak-anak," kata Wisnu.
Sementara itu, Kepala Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Ilmu Komputer Udinus Edy Mulyanto mengatakan komik pendidikan digital Udinus itu bakal diluncurkan pada 27 Mei 2014 di Semarang.
"Kebetulan, kami akan menggelar Dinus Fest 2014, yakni pameran hasil kreativitas mahasiswa. Tempatnya di Mal Paragon Semarang. Bersamaan even ini, kami aka 'launching' komik pendidikan digital," katanya.
Dengan kemasan digital, Edy yang juga Ketua Panitia Dinus Fest 2014 mengharapkan komik-komik itu bisa diakses secara luas oleh masyarakat, terutama anak-anak untuk sarana pembelajaran karakter.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
