
Dinkes Magelang Imbau Warga Pakai Masker

"Kita menangani dengan segera, yang paling dibutuhkan adalah masyarakat harus selalu mengenakan masker saat keluar rumah. Keadaan ini seperti saat Merapi meletus akhir 2010 lalu," kata Kepala Dinas Kabupaten Magelang dr Hendarto di Magelang, Jumat.
Pihaknya telah menyiagakan seluruh petugas kesehatan yang tersebar di berbagai puskesmas dan rumah sakit untuk penanganan dampak hujan abu vulkanik dari Gunung Kelud.
Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur meletus pada Kamis (13/2) malam sedangkan dampaknya, berupa hujan abu, antara lain hingga berbagai tempat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB. Jarak antara Gunung Kelud dengan Magelang ratusan kilometer.
Ia mengingatkan warga setempat tentang antisipasi gangguan penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan akut dan mereka yang rentan gangguan pernapasan lainnya, akibat abu vulkanik.
Petugas di berbagai puskesmas, katanya, telah siap membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Akan tetapi, sebetulnya warga bisa mengusahakan sendiri masker karena banyak di jual di daerah ini, atau dengan menutup hidung menggunakan sapu tangan," katanya.
Pihaknya juga telah memiliki tim gerak cepat yang bersiaga selama 24 jam untuk penanganan bencana, termasuk dampak letusan gunung api.
Ia mengimbau warga untuk sementara waktu tidak keluar rumah tersebut hingga situasi hujan abu vulkanik reda.
"Tetapi kalau harus keluar rumah, wajib untuk mengenakan masker atau penutup hidung," katanya.
Pihaknya juga intensif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang untuk penanganan dampak letusan Gunung Kelud yang sampai ke daerah setempat.
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
