
Dolar Menguat di Asia setelah Data AS Bervariasi

Greenback diambil 104,46 yen di perdagangan Tokyo sore, naik dari 104,19 yen tetapi masih jauh dari tertinggi lima tahun pada 105,41 yen yang tersentuh pekan lalu.
Euro dibeli 1,3621 dolar terhadap 1,3629 dolar, sementara naik menjadi 142,29 yen dari 142,02 yen.
Pada Senin, data menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa AS melambat bulan lalu, meskipun itu diimbangi oleh angka-angka yang menunjukkan pesanan pabrik baru pada November mencapai tingkat tertinggi dalam lebih dari 20 tahun.
Perhatian tertuju pada rilis risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve pada Rabu (8/1), karena para analis mencari petunjuk tentang apakah pembuat kebijakan akan memotong lebih lanjut program stimulusnya pada bulan ini.
The Fed pada bulan lalu mengatakan akan mengurangi skema pembelian obligasnya sebesar 10 miliar dolar AS menjadi 75 miliar dolar AS per bulan pada Januari, mengutip pemulihan yang sehat di ekonomi nomor satu dunia itu.
Serangkaian angka pekerjaan yang kuat pada Jumat (10/1) bisa mendorong bank sentral mengumumkan penurunan lebih lanjut dalam stimulusnya, pada gilirannya mendorong dolar lebih tinggi.
"Jika hasil (data pekerjaan) memenuhi harapan, dolar akan melanjutkan kenaikannya terhadap yen, sementara hasil mengecewakan ... bisa membawa dolar kembali menjadi 102 yen," Masafumi Yamamoto , kepala strategi di Praevidentia Strategy di Tokyo, mengatakan kepada Dow Jones Newswires.
Data inflasi zona euro yang akan dirilis pada Selasa nanti akan menjadi patok perdagangan utama untuk euro, kata para dealer, karena Bank Sentral Eropa (ECB) bersiap untuk sebuah pertemuan kebijakan minggu ini.
Angka inflasi yang lemah telah memicu spekulasi langkah pelonggaran lebih lanjut karena ECB mencoba melawan perlambatan dalam blok 17-negara itu.
Greenback sebagian besar menguat terhadap mata uang lainnya di Asia-Pasifik pada Selasa.
Unit AS naik menjadi 30,07 dolar Taiwan dari 29,99 dolar Taiwan pada Senin, menjadi 1.068,92 won Korea Selatan dari 1.065,30 won, menjadi 12.260 rupiah Indonesia dari 12.235 dan menjadi 62,35 rupee India dari 62,30 rupee.
Dolar juga naik tipis menjadi 33,12 baht Thailand dari 33,11 baht.
Greenback melemah ke posisi 1,2695 dolar Singapura dari 1,2697 dolar Singapura, sementara tidak berubah di 44,73 peso Filipina.
Dolar Australia turun menjadi 89,29 sen AS dari 89,44 sen, sedangkan yuan China dibeli 17,26 yen dari 17,24 yen, demikian AFP melaporkan.
(SYS/A02)
Pewarta: -
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
