Logo Header Antaranews Jateng

Anggaran Bansos Meningkat Pada APBD 2014

Rabu, 4 Desember 2013 21:14 WIB
Image Print


"Anggaran dana bansos di APBD 2014 sebesar Rp31,6 miliar, sedangkan pada 2013 hanya Rp15,3 miliar atau naik lebih dari 100 persen," kata anggota Badan Anggaran Hadi Santoso di Semarang, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Hadi usai mengikuti rapat paripurna anggota dewan dengan agenda pengesahan rancangan peraturan daerah APBD 2014 yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jateng Bambang Sadono.

Menurut dia dari jumlah dana bansos sebesar Rp31,6 miliar itu, sebanyak Rp22,2 miliar dibahas di Komisi D DPRD Jateng, sedangkan sisanya atau sekitar Rp9 miliar dibahas di empat komisi lainnya.

"Untuk dana bansos Rp22,2 miliar itu nanti dialokasikan untuk bansos infrastruktur untuk pemugaran rumah tidak layak huni yang pada APBD 2013 hanya dianggarkan Rp3,4 miliar," ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Dana bansos sebesar Rp22,2 miliar, kata dia, akan dialokasikan untuk 3.150 kepala keluarga dalam program bedah rumah yang masing-masing penerima mendapat Rp7 juta.

Ia mengatakan anggaran dana hibah pada APBD 2014 justru mengalami penurunan drastis yakni dari Rp3,9 triliun menjadi Rp3,04 triliun.

"Hal itu karena penerima dana hibah kali ini diseleksi lebih ketat dan jumlah bantuannya dikurangi," kata anggota Komisi D DPRD Jateng itu.

Pada tahun ini, katanya, rata-rata penerima dana hibah hanya diberikan Rp500 juta hingga Rp1 miliar dan untuk besaran di atas Rp1 miliar akan diverifikasi langsung oleh gubernur.

Secara umum Hadi menjelaskan bahwa total dana belanja pada APBD 2014 yang telah ditetapkan DPRD Jateng sebanyak Rp13,9 triliun atau naik sekitar Rp1,3 triliun dari APBD murni 2013 yang hanya Rp12,7 triliun.

Menurut dia kenaikan belanja tersebut digunakan untuk menambah dana perbaikan jalan, irigasi, pembangunan rumah tidak layak huni, dan bantuan kabupatan kota serta desa.

"Anggaran infrastruktur pada APBD 2014 dibagi untuk Dinas Bina Marga, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam, dan Dinas Ciptakaru Rp1,2 triliun," ujarnya.

Anggaran untuk Dinas Bina Marga mengalami kenaikan paling signifikan yakni Rp 982,5 miliar dari sebelumnya Rp601,6 miliar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan bahwa penyusunan RAPBD Jateng 2014 yang telah disahkan anggota dewan ini berdasarkan musyawarah rencana pembangunan pada 2013.

"Mengenai dana bansos dan dana hibah, Pemprov Jateng dan DPRD telah sepakat untuk memperketat seleksi dan verifikasi pada awal-awal pengajuan dan jika tidak lolos verifikasi maka tidak akan dicairkan untuk mencegah terjadinya penyimpangan," kata politisi PDI Perjuangan itu.



Pewarta:
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026