
Pilbup Magelang Disosialisasikan

"Sudah mulai kami sosialisasikan sampai nanti hari pemilihan," kata anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Sosialisasi dan Penghitungan Suara M. Yasir Arrofat di Magelang, Rabu.
Ia menjelaskan sosialisasi pilkada setempat terutama dengan melibatkan jajaran penyelengara pemilihan umum hingga tingkat desa.
Akan tetapi, katanya, keterlibatan secara proaktif masyarakat dalam sosialisasi itu tentu akan menyukseskan pesta demokrasi untuk memilih pasangan bupati dengan wakil bupati yang akan menjabat pada periode 2013-2018.
"Kemarin, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Srumbung telah memulai sosialisasi dengan melibatkan KPU, sedangkan hari ini ada karnaval budaya di Muntilan, kami juga manfaatkan untuk sosialisasi. Kami siapkan kesenian jatilan dengan para penarinya yang akan membawa berbagai bendera partai politik yang mengusung para pasangan calon," katanya.
Ia memastikan akan memanfaatkan secara baik atas sikap proaktif masyarakat yang secara mandiri menggelar sosialisasi pilkada.
"Tentu kami akan datang kalau ada masyarakat yang justru proaktif menginginkan kami datang untuk melakukan sosialisasi. Kalau masyarakat proaktif, itu salah satu pertanda kedewasaan warga dalam berdemokrasi," katanya.
Pihaknya menyebarluaskan buku panduan sosialisasi pilkada setempat terutama melalui PPK di berbagai kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat desa.
Ia menjelaskan tentang pentingnya sosialisasi pilkada itu agar meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan suara pada hari pemilihan mendatang.
Berbagai materi sosialisasi pilkada, katanya, antara lain menyangkut hari pemilihan, pasangan para calon, teknik penggunaan suara yang benar agar surat suara tidak rusak, yakni melalui pencoblosan.
Sebanyak enam pasangan bakal calon bupati dengan wakil bupati, telah mendaftar ke KPU Kabupaten Magelang untuk mengikuti pilkada setempat .
Pewarta: M Hari Atmoko
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
