
Jembatan Evakuasi Warga Merapi harus Diperbaiki

Sekretaris Desa Klakah, Joko Rahayu di Boyolali, Jumat, mengatakan bahwa ada ratusan warga Dukuh Bangusari yang mengharapkan jembatan Bangunsari segera diperbaiki untuk memudahkan mereka evakuasi ke Desa Jrakah, Kecamatan Selo jika terjadi bencana erupsi Merapi.
Joko Rahayu menjelaskan, ratusan warga Bangunsari sempat mencari tempat pengungsian saat Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jateng dan DI Yogyakarta itu, mengalami erupsi kecil pada Senin (22/7) pagi.
Mereka terpaksa menuruni tebing dan menyisir sungai saat menyeberang ke Desa Jrakah yang dianggap lebih aman. Karena, Jembatan Bangusari akses evakuasi satu satunya terdekat ke Desa Jrakah kondisi terputus dan belum diperbaiki.
"Jembatan evakuasi masih terputus itu, sehingga menyulitkan warga yang mau mengungsi ke Desa Jrakah," ucapnya.
Ia menjelaskan, ada sekitar tiga ratus jiwa yang mencari perlindungan di tempatyang dianggap aman, karena mereka kelihatan masih trauma peristiwa erupsi Merapi, pada tahun 2010.
Menurut dia, jalan evakuasi lainnya untuk warga Bangunsari sebenarnya bisa melalui dukuh Sepi dan Kajor ke Jrakah, tetapi jalurnya justru naik lagi mendekati puncak Merapi, baru ke jalan raya Selo.
"Warga berharap jembatan darurat di Bangunsari segera diperbaiki agar mereka tidak khawatir saat evakuasi ke bawah," ujarnya, berharap.
Tumar (43) tokoh masyarakat Desa Jrakah, Selo, mengatakan, bahwa warga Bangusari Klakah saat kejadian pada Merapi mengalami erupsi kecil pada Senin (22/7) sehabis waktunya makan saur banyak yang mengungsi ke bawah atau di Jrakah.
Mereka nekat melintasi jembatan yang putus tersebut dengan menuruni tebing mesisir sungai sebelum mengungsi di rumah warga di Jrakah.
Pihaknya hanya bisa mengharapkan agar jembatan Bangusari itu, segera diperbaiki untuk mempelancar jalan evakuasi jika terjadi bencana Merapi. Jembatan itu, bangunannya hancur karena diterjang banjir lahar pascaerupsi Merapi pada 2010.
"Warga kemudian membuat jembatan darurat dengan bambu. Namun, jembatan itu, kini hancur karena akibat longsor beberapa waktu lalu," tukas Tumar.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
