Logo Header Antaranews Jateng

H-7, Truk Pasir Berhenti Beroperasi

Kamis, 25 Juli 2013 12:10 WIB
Image Print
Ilustrasi - (Foto Antara)

"Ini hanya sekadar imbauan, bukan larangan. Jika truk pengangkut pasir besi tetap beroperasi pada H-7 hingga H+7 Lebaran, dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran arus mudik maupun balik," kata Kepala Dinhubkominfo Cilacap, Uong Suparno, di Cilacap, Kamis.

Menurut dia, hal ini disebabkan jumlah truk pengangkut pasir besi yang beroperasi di Cilacap sangat banyak.

Dalam satu hari, kata dia, diperkirakan ada ratusan truk pengangkut pasir besi yang melintas di Cilacap.

"Kami tidak tahu secara pasti jumlahnya. Padahal, berat pasir besi yang diangkut truk itu bisa mencapai 13--14 ton," katanya.

Dengan muatan seberat itu, kata dia, truk akan berjalan pelan sehingga dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Menurut dia, truk-truk tersebut mengangkut pasir besi dari sejumlah desa di Kecamatan Adipala, Binangun, dan Nusawungu yang berada di pesisir selatan Jateng menuju beberapa tempat penampungan di Cilacap.

Rute yang dilalui truk pengangkut pasir, yakni Jalur Lintas Selatan Selatan (JLSS) Jateng ruas Nusawungu--Slarang yang merupakan jalan alternatif Cilacap--Yogyakarta serta Jalan Raya Slarang-Cilacap yang merupakan jalur utama Cilacap--Purwokerto/Yogyakarta/Semarang.

"Kalau truk pasir besi dari Jawa Barat, sekarang sudah tidak ada lagi karena sudah ditutup," kata Uong.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026