
Waspadai Peningkatan Kecepatan Arus Laut

"Saat ini, arus kelihatannya sudah mulai ada peningkatan kecepatan, tetapi masih fluktuatif, kadang kuat dan kadang lemah. Sekitar bulan Juli hingga Agustus biasanya peningkatan yang cukup kuat sehingga nantinya kita akan keluarkan peringatan dini," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, di Cilacap, Senin.
Teguh mengatakan hal itu terkait ratusan jaring milik nelayan hilang dan rusak akibat peningkatan kecepatan arus di perairan selatan Kabupaten Kebumen pada pekan lalu, serta seorang nelayan bernama Sapar (50) yang ditemukan tewas pada Minggu (19/5) pagi akibat terseret arus bawah laut setelah dilaporkan tenggelam di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap pada Sabtu (18/5) malam.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jateng dan DIY masih cenderung stabil pada masa transisi dari musim angin barat menuju musim angin timur.
Kendati demikian, menurut dia, kecepatan arus laut cenderung fluktuatif sehingga nelayan tetap waspada.
"Berdasarkan pengamatan, kecepatan arus di wilayah perairan atau pantai selatan Jateng dan DIY saat ini terpantau 25-70 centimeter per detik, sedangkan di Samudra Hindia selatan Jateng dan DIY berkisar 40-70 centimeter per detik. Ini termasuk arus yang cukup kencang," katanya.
Sementara untuk kondisi cuaca di wilayah Jateng selatan, Teguh mengatakan bahwa hingga saat ini masih berpeluang terjadi hujan ringan hingga lebat yang kadang disertai petir.
Bahkan, kata dia, hujan lebat disertai petir dan angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Cilacap terutama daerah pesisir selatan pada Minggu (19/5) malam.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
