Logo Header Antaranews Jateng

Bupati Kudus minta orang tua pembuang bayi menyerahkan diri

Sabtu, 5 September 2026 22:55 WIB
Image Print
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris didampingi Plt Direktur RSUD Kudus Andini Aridewi saat menjenguk bayi yang dibuang orang tuanya dirawat di ruang ICU (Intensive Care Unit) NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) atau ruang perawatan intensif untuk bayi RSUD Kudus, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Bupati Kudus Sam'ani Intakoris meminta orang tua bayi laki-laki yang ditemukan di kebun pisang di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera menyerahkan diri dan melaporkan diri kepada pihak kepolisian.

"Hari ini (5/9) kami mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus karena adanya temuan bayi oleh tukang batu di Desa Pasuruhan Kidul," kata Sam'ani didampingi Pelaksana tugas Direktur RSUD Kudus Andini Aridewi di RSUD Kudus, Sabtu.

Ia menyebutkan bayi laki-laki tersebut memiliki berat badan 2.866 gram dengan panjang badan 46 sentimeter. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi bayi dinyatakan sehat dan terus mendapatkan penanganan dari tenaga medis.

"Bayi tersebut dibawa Kapolsek Jati ke rumah sakit dan sudah ditangani dengan baik. Alhamdulillah kondisinya sudah membaik," katanya.

Sam'ani berharap orang tua bayi tersebut segera menyadari perbuatannya dan datang ke rumah sakit untuk berkomunikasi dengan pihak terkait.

"Mumpung masih punya kesempatan, bisa menyerahkan diri atau melaporkan ke pihak berwajib, yaitu Kapolsek Jati," ujarnya.

Menurut dia anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, pihaknya meminta orang tua bayi tersebut tidak mengabaikan tanggung jawab terhadap anaknya.

Sam'ani menambahkan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kudus juga sudah melakukan asesmen dan identifikasi terhadap bayi tersebut. Apabila dalam jangka waktu tertentu tidak ada respons dari orang tua, penanganan selanjutnya akan dilakukan melalui mekanisme yang ditetapkan oleh Dinas Sosial.

Ia menegaskan pihaknya masih berharap orang tua bayi segera datang dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit maupun kepolisian. Nantinya, Polisi juga akan membantu proses tersebut apabila orang tua bayi bersedia menyerahkan diri.

Sementara itu dalam tiga bulan terakhir terdapat dua kasus penemuan bayi yang ditinggalkan di Kabupaten Kudus.

Sam'ani mengapresiasi respons masyarakat dalam kasus terbaru tersebut. Warga yang menemukan bayi segera melaporkan kepada bidan desa dan kepala desa, kemudian diteruskan kepada kepolisian hingga bayi mendapatkan penanganan medis.

Sebelumnya, warga Perum Griya Pura Sejahtera, Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus dikejutkan dengan penemuan bayi laki-laki di kebun pisang di tepi jalan, Jumat (4/9).

Bayi ditemukan dalam kondisi hidup. Warga kemudian mengevakuasinya ke salah satu rumah warga yang memiliki bayi untuk mendapatkan pertolongan dan perawatan sementara. Sedangkan petugas Polsek Jati yang menerima laporan mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan awal serta mengumpulkan informasi dari masyarakat.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kapolsek Jati AKP Subkhan mengatakan sebelumnya Kepolisian telah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Jati dan bidan desa untuk memastikan kondisi kesehatan bayi.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi tersebut dan memastikan kronologi sebenarnya," tegasnya.

Polisi juga telah mengumpulkan informasi awal dari masyarakat sekitar. Warga yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai penemuan bayi tersebut diminta menyampaikannya kepada kepolisian untuk membantu proses penyelidikan.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026