
Persis LPIS Disarankan Tak Ikut Kompetisi

"Kami sudah ketemu dengan dua manajer, baik Persis LPIS maupun Liga Indonesia, guna membicarakan tim ke depan," kata Hadi Rudyatmo yang juga mantan Ketua Umum Persis di Solo, Kamis.
Menurut Rudyatmo, pihaknya sudah ketemu dengan Manajer Tim Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi, agar tidak mengikuti kompetisi terlebih dahulu jika belum ada kejelasan anggaran di depan.
"Mohon untuk dipertimbangan jangan jalan dahulu karena kami khawatir begitu berjalan, di tengah jalan tidak ada uang untuk menggaji pemain. Jangan sampai kejadian Persis LI dahulu terulang lagi soal gaji pemain terlambat," katanya.
Namun, Persis yang mengikuti Divisi Utama LI yang sudah berjalan, dia berharap tim itu tetap mengikuti kompetisi dan tidak ada persoalan.
Menurut Rudyatmo, Persis yang terpenting gaji pemain jangan sampai terlambat, operasional tim harus terpenuhi, atau jangan ada lagi tunggakan-tunggakan yang belum terbayarkan.
Pihaknya hanya berkewajiban memberikan masukan kepada pengelola Persis karena pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI kepastian kompetisi di bawah PT LPIS tidak jelas.
Pada keputusan KLB tersebut liga hanya empat tim dari Indonesia Primer League (IPL) yang berhak bergabung dengan 18 klub dari Indonesia Super League (ISL) pada musim 2014. Pengelola liga hanya di bawah penyelenggaraan PT LI.
Pihaknya berharap dua tim yang membawa nama Persis tersebut ke depannya tidak muncul permasalahan keuangan lagi yang mencoreng citra Kota Solo.
"Persis tetap ada dan ke depan hanya satu tim," katanya.
Selain itu, Rudyatmo berharap kompetisi tidak hanya berhenti di tingkat profesional, tetapi PSSI harus memikirkan kompetisi amatir dari divisi tiga, dua, hingga satu. Mereka baru dapat masuk ke profesional.
"Jadi, kompetisi harus ada amatir untuk pembinaan. Jangan hanya sebatas level profesional saja," katanya.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
