
Inflasi Jateng Pada Januari 1,09 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Ibram Syachboedin di Semarang, Jumat, mengatakan inflasi 1,09 persen tersebut juga lebih tinggi bila dibandingkan bulan Desember 2012 yang mengalami inflasi 0,40 persen dengan IHK sebesar 132,13 poin.
Tiga tahun terakhir dengan periode yang sama, pada tahun 2010 terjadi inflasi 0,74 persen, tahun 2011 (0,61 persen), dan tahun 2012 (0,42 persen).
"Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah," katanya.
Kepala Seksi Harga Konsumen dan Harga Perdagangan Besar BPS Jateng Rita Umami menambahkan kenaikan harga daging ayam ras terjadi karena masih tingginya harga daging sapi sehingga masyarakat beralih mengkonsumsi daging ayam ras.
Harga daging ayam ras basah pada Desember 2012 rata-rata Rp24.680 per kilogram menjadi Rp26.967 per kilogram, daging ayam ras kering Rp26.060 per kilogram (Desember 2012) menjadi Rp28.342 per kilogram (Januari 2013).
"Akan tetapi pada minggu terakhir Januari, harga daging ayam ras mulai turun meskipun belum normal. Harga daging ayam ras yang semula rata-rata Rp26.967 per kilogram turun menjadi Rp26.933 per kilogram, sedangkan yang sebelumnya harga Rp28.342 menjadi Rp28.300 per kilogramnya," kata Rita.
Sementara harga beras IR 64 1 yang sebelumnya Rp8.226 per kilogram menjadi Rp8.332 per kilogram dan beras IR 64 super yang sebelumnya Rp8.831 per kilogram menjadi Rp8.884 per kilogram.
"Harga beras naik karena belum musim panen. Meskipun beras naiknya Rp100 per kilogram, sangat berpengaruh karena bobotnya tinggi," katanya.
Rita menambahkan kenaikan harga cabai juga menjadi pendorong tingginya inflasi pada Januari 2013. Harga cabai merah kriting yang sebelumnya Rp10.500 per kilogram menjadi Rp15.942 per kilogram; harga cabai merah teropong yang sebelumnya Rp10.667 per kilogram menjadi Rp14.342 per kilogram, dan harga cabai rawit yang sebelumnya Rp9.113 per kilogram naik menjadi Rp13.233 per kilogram.
"Di akhir minggu di Januari, untuk harga cabai masih tinggi. Apalagi harga cabai merah 'setan' yang semula Rp13.333 per kilogram menjadi Rp24.208 per kilogram," katanya.
Ibram Syachboedin menambahkan untuk komoditas yang memberikan sumbangan terjadinya deflasi yakni angkutan udara, pisang, kol/kubis, gula pasir, dan udang basah.
"Dari empat kota survei biaya hidup (SBH) di Jateng seluruhnya mengalami inflasi yakni Purwokerto terjadi inflasi 1,63 persen dengan IHK 136,25 poin; Surakarta mengalami inflasi133 persen dengan IHK 126,11 poin; Semarang mengalami inflasi 0,99 persen dengan IHK 135,62 poin, dan Tegal mengalami inflasi 0,77 persen dengan IHK 135,30 poin," kata Ibram Syachboedin.
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
