
Pedagang Kesulitan Dapatkan Pasokan Elpiji

Menurut salah seorang pedagang elpiji eceran di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus, Widi, di Kudus, Jumat kesulitan mendapatkan pasokan elpiji 3 kg sejak sepekan lebih.
Awalnya, kata dia, pasokan elpiji yang diterima mencapai 12 tabung elpiji, kini berkurang menjadi tujuh tabung elpiji.
Dampaknya, kata dia, ada beberapa pelanggan yang tidak mendapatkan elpiji setiap hendak membeli, karena terbatasnya pasokan yang ada.
Ia mengaku, tidak mengetahui penyebab pasokan yang diterima berkurang.
"Mungkin ada pembatasan agar elpiji 12 kg bisa laku, karena peminat elpiji 12 kg memang jarang," ujarnya.
Hal senada diungkapkan pedagang eceran elpiji di Kelurahan Mlati Norowito, Kecamatan Kota, Kudus, Sumiah mengakui, elpiji ukuran 12 kg memang minim peminat, karena dua tabung yang tersedia baru habis dalam jangka sepekan.
Berbeda dengan stok elpiji 3 kg yang berjumlah tujuh tabung, katanya, bisa habis dalam jangka sehari.
Hanya saja, kata dia, sejak tiga pekan terakhir pasokan elpiji yang diterima selama dua hari hanya enam tabung, dibanding sebelumnya dalam sehari masih bisa memperoleh lima tabung.
Bahkan, lanjut dia, pihaknya terpaksa mengantre sendiri di pangkalan elpiji dengan menaruh terlebih dahulu tabung elpiji kosong.
Meski demikian, kata dia, pasokan yang diterima masih minim, karena selama dua hari hanya mendapatkan enam tabung.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
