
Empat Pintu Air Diperbaiki Cegah Banjir

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Pekalongan Bambang Pramukamto di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa dengan diperbaikinya empat pintu air sungai yang diperkirakan menelan anggaran sekitar empat miliar rupiah itu mampu mengurangi volume banjir yang sering melanda tiga desa tersebut.
"Banjir yang melanda tiga desa ini, biasanya air akan cukup lama menggenangi permukiman penduduk karena selain disebabkan luapan air sungai juga rob," katanya.
Selain berencana memperbaiki pintu air Sungai Telogo Jeruksari, pemkab juga meninggikan fondasi jalan Desa Mulyorejo agar tidak tergenang banjir.
"Peninggian fondasi jalan sekitar 60 centimeter diharapkan bisa selesai dalam setahun terakhir ini. Kami yakin dengan adanya perbaikan sejumlah pintu air sungai dan peninggian fondasi jalan maka kondisi pada tiga desa itu akan terbebas dari banjir," katanya.
Kepala Desa Mulyorejo Abdurrahman mengatakan bahwa selama ini penyebab banjir yang melanda desanya karena tidak berfungsinya tanggul Sungai Meduri akibat bangunan itu sudah banyak yang rusak.
"Oleh karena itu, selain rencana pemerintah meninggikan fondasi jalan, maka kami berharap Bupati Pekalongan juga memperbaiki beberapa tanggul Sungai Meduri yang sudah rusak. Selama ini, tanggul sungai sudah tidak mampu menampung luapan air jika terjadi hujan sehingga mengakibatkan banjir," katanya.
Belum lama ini, banjir yang melanda Desa Mulyorejo telah merendam sedikitnya 500 rumah warga, sedangkan di Desa Jeruksari sekitar 850 rumah.
"Hingga saat ini, puluhan rumah warga juga masih terendam banjir sehingga mengakibatkan aktivitas perekonomian masyarakat terganggu," katanya.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
hernawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
