Logo Header Antaranews Jateng

Warga Selo Tuntut Polisi Tindak Premanisme

Senin, 21 Januari 2013 14:34 WIB
Image Print
Ilustrasi Polisi merazia para pengamen jalanan sebagai antisipasi tindakan premanisme yang sering dikeluhkan masyarakat meresahkan. (ANTARA/Feri Purnama)

Puluhan warga kelompok seni di lereng Merapi selain melakukan orasi juga menampilkan sebuah seni tari topeng yang diperagakan sekitar 20 penari di halamam Mapolres.

Menurut Widodo koordinator aksi, aksi damai menuntut agar polisi dapat melindungi warganya sebagai pelaku seni dengan aman dan nyaman.

B Widodo menjelaskan, peristiwa salah seorang anggota kelompok seni Haryanto (20) yang dianiaya oleh diduga dilakukan kelompok premanisme saat mengadakan pertunjukan tari di Selo, pada tanggal 28 Oktober 2012. Korban dianiaya hingga tangan kirinya mengalami patah tulang.

"Kami sudah melaporkan kejadian itu, pada 29 Oktober 2012 ke Polsek Selo. Namun, polisi hingga sekarang belum memeriksa para pelaku penganiayaan itu," katanya.

Padahal, kata dia, tiga pelaku penganiayaan tersebut sudah diketahui identitasnya yakni Yl A, Yl B, dan Gg ketiganya warga Desa Jrakah Selo.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan aksi damai ke Mapolres agar kasus tersebut diambil alih penanganannya, sehingga dapat secepatnya diproses hukum secara transparan dan akuntabel demi tegaknya keadilan.

Pihaknya meminta kepada Polres Boyolali untuk senantiasa melindungi kelompok kesenian dari ancaman pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atau kelompok premanisme.

"Perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu, dapat merusak berkembangnya kesenian tradisional di lereng Merapi Kabupaten Boyolali," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Polres untuk menutup kantor Polsek Selo karena keberadaannya dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat yhang membutuhkan perlindungan polisi.

Sementara para pengunjuk rasa yang semuanya pelaku kesenian di lereng Merapi tersebut kemudian diterima oleh Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Haryanto bersama jajarannya untuk melakukan dialog.

Kapolres Boyolali melalui Kabag Humas Iptu Mulyanto, mengatakan, pihaknya segera menangani kasus penganiayaan di lereng Merapi tersebut dengan memeriksa beberapa sejumlah saksi.

"Korban penganiayaan itu, Haryanto (20) seorang pelajar warga RT 1 RW 1 Kuncen Selo, sedangkan ada tiga pelaku yang akan diperiksa yakni Yl A, Yl B dan Gg ketiganya warga Jrakah," kata Kabag Humas.
Sementara puluhan pengunjuk rasa setelah menyuguhkan sejumlah gerakan tari Topeng asal lereng Merapi dengan diiringi sejumlah alat gamelan jawa, mereka membubarkan diri dengan tertib dan kebali pulang ke Selo.



Pewarta:
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026