"Sudah sekitar tiga bulan terakhir ini, kami kembangkan bahan bakunya, kalau selama ini pakai tanah liat yang warna cokelat, kami uji coba dengan tanah liat putih dari Sukabumi," kata Ketua Kelompok Perajin Gerabah "Bina Karya" Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Supoyo (41) di Borobudur, Kamis.
Beberapa produk gerabah Klipoh dari tanah liat putih itu antara lain tempat pensil, fas bunga, relief Borobudur, dan tempat sendok.
Sekitar 10 di antara 83 anggota kelompok itu, katanya, masih terus uji coba produk tersebut. Setiap anggota dalam sehari bisa memproduksi 50 tempat pensil, 20 fas bunga, dan masing-masing 10 relief Borobudur serta tempat sendok.
"Memang sampai sekarang produksinya belum banyak," katanya.
Harga produk gerabah dari tanah liat putih lebih tinggi ketimbang tanah liat cokelat. Harga satu tempat pensil dari tanah liat putih Rp3.500, fas bunga Rp15.000, relief Borobudur Rp25.000, tempat sendok Rp12.000. Harga tempat pensil dari tanah liat cokelat Rp2.500, fas bunga Rp5.000, relief Borobudur Rp10.000, dan tempat sendok Rp5.000.
Ia mengatakan harga tanah liat putih dalam kondisi mentah, memang lebih mahal ketimbang tanah liat cokelat. Harga tanah liat putih Rp2.000 per kilogram, sedangkan tanah liat cokelat Rp3.000 per 25 kilogram.
Setiap pengiriman tanah liat putih dari Sukabumi pada kelompok usaha produksinya sebanyak empat ton, sedangkan tanah liat cokelat dibeli dari pemilik pekarangan di kawasan Dusun Klipoh.
"Kami masih harus menjelaskan kepada calon pembeli tentang perbedaannya. Wisatawan Borobudur yang berkunjung ke desa wisata kami ini, ada yang tertarik untuk membelinya sebagai suvenir, meskipun sebagian besar tetap berminat terhadap gerabah dari tanah liat cokelat," katanya.
Ia menjelaskan gerabah dari tanah liat putih membutuhkan pembakaran hingga 1.000 derajat Celsius, sedangkan tanah liat cokelat 700 derajat Celsius.
"Hasilnya yang memakai tanah liat putih, warnanya lebih cerah, sedangkan tingkat kerusakan waktu pembakaran lebih rendah, kalau diglasir lebih cerah warnanya," katanya.
Ia menyatakan optimistis produk gerabah Klipoh dari tanah liat putih pada masa mendatang akan semakin banyak peminatnya.
"Kami mencoba penerapan ke arah keramik, tanpa meninggalkan gerabah dari tanah liat cokelat," kata Supoyo.

