Logo Header Antaranews Jateng

Perampokan Toko Emas Purworejo Libatkan Pecatan Polisi

Rabu, 10 Oktober 2012 21:42 WIB
Image Print
Ilustrasi (antarafoto.com)

"Berdasarkan penyelidikan sementara, pecatan polisi yang diduga terlibat perampokan tersebut berperan menganalisis situasi di toko emas yang menjadi sasaran sebelum merampok," kata Bambang di Semarang, Rabu.

Ia menjelaskan, dari rekaman kamera CCTV yang terpasang di salah satu toko emas yang dirampok dan Bank BRI yang letaknya dekat dengan lokasi perampokan, dapat diidentifikasi jika pelaku perampok berjumlah enam orang dan merupakan residivis.

Menurut dia, para perampok yang melakukan perampokan toko emas di Purworejo, masih terkait dengan kelompok perampok Yogyakarta yang tertanggkap beberapa waktu lalu.

"Dua pelaku merupakan kelompok lama dan pernah beraksi di Yogyakarta, sedangkan pelaku lainnya adalah pendatang baru di kelompok tersebut," ujarnya tanpa membeberkan secara rinci identitas para perampok toko emas itu.

Ia mengungkapkan, sepeda motor Yamaha Jupiter Z yang ditinggal pelaku di lokasi perampokan teridentifikasi merupakan sepeda motor curian di sebuah tempat di Yogyakarta.

Terkait dengan senjata api yang digunakan para pelaku saat merampok tiga toko emas di Purworejo, Bambang menduga bahwa pistol tersebut merupakan sisa dari kelompok perampok Yogyakarta dan diduga didapatkan pelaku dari daerah konflik seperti Aceh, Timor Leste dan Papua.

"Pascakonflik di daerah-daerah tersebut, senjata itu diperjualbelikan karena mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi dan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.

Bambang mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama yang berada di lokasi rawan kejahatan seperti bank dan toko emas agar memperketat penjagaan serta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Tiga toko emas di Pasar Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (3/10), dirampok oleh enam orang bersenjata api dengan membawa kabur sekitar 2,5 kilogram emas.

Tiga toko emas yang dirampok sekitar pukul 09.30 WIB tersebut terletak berdampingan, yakni Toko Emas Pangestu milik Muhaimin (45), Toko Emas Arjuno milikBeny Wijaya (50), dan Toko Emas Mulia milik Mulyono (43).

Keenam perampok yang mengenakan helm tertutup itu langsung masuk ke tiga toko emas dengan membawa senjata api saat suasana di sekitar pasar cukup ramai.

Para perampok sempat menodong pemilik toko emas dan menembakkan senjatanya sebanyak enam kali, namun tidak melukai.



Pewarta:
Editor: Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026