Logo Header Antaranews Jateng

"Pandawa Putra Petir" Tuntaskan 4 Prototipe Mobil Listrik Nasional

Rabu, 5 September 2012 11:17 WIB
Image Print

"Saya sudah melakukan ujicoba mobil listrik tersebut. Tidak ada masalah, namun saya meminta Dasep untuk menginventarisir apa saja yang harus disempurnakan," kata Dahlan, usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN, di Gedung PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Jakarta, Selasa.

Menurut Dahlan, dalam sebulan terakhir ia mengenderai prototipe mobil listrik hasil karya Dasep Ahmadi dengan nama Ahmadi Mesin 5.0.

"Saya ujicoba jalur Jakarta-Bogor-Puncak. Ahmadi sendiri saat Lebaran kemarin mencoba jalur Jakarta-Bandung melalui Puncak, pergi pulang. Sejauh ini tidak ada lagi kendala," tegasnya.

Jika ujicoba tersebut diukur, maka jarak tempuh mobil listrik yang dibanderol sekitar Rp200 juta ini sudah lebih dari 2.000 kilometer.

Meski demikian, Dahlan meminta Dasep untuk tidak berpuas diri, harus dipastikan bahwa mobil tersebut sangat layak untuk diproduksi massal.

"Kalau semua sudah beres, tidak ada lagi kendala, maka saya akan pesan tiga unit lagi yang merupakan hasil penyempurnaan tersebut," ujarnya.

Diketahui, saat ini selain mobil listrik hasil karya Dasep Ahmadi dengan nama Ahmadi Mesin 5.0 ini, empat prototipe mobil listrik lainnya sudah selesai, yaitu sekelas Carry, sekelas Avanza, Yaris, dan Ferrari.

Seluruh jenis mobil listrik tersebut "dikeroyok" lima orang putra bangsa yang disebut sebagai "Pendawa Putra Petir".

Dahlan menambahkan, pengembangan mobil listrik mewah sekelas Ferrari, diakui Dahlan mengalami kendala, terutama pasokan baterai.

Diketahui baterai merupakan komponen utama mobil listrik di mana harganya bisa mencapai 60 persen dari harga mobil listrik.

Ia mengakui, beberapa waktu lalu pasokan baterai yang diimpor dari luar negeri sempat terhambat di pelabuhan oleh Ditjen Bea Cukai.

"Tapi sekarang sudah bisa keluar dari pabean, dan sedang digunakan untuk protipe Ferrari," ujar Dahlan.



Pewarta :
Editor: Totok Marwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026