
Jalur Salatiga-Boyolali-Solo Siap Dilintasi Pemudik

Berdasarkan pantauan jalur utama Salatiga-Solo, Sabtu dilaporkan, arus mudik dari Kota Semarang yang melintas di Salatiga, dapat dicairkan menjadi dua arah yakni melalui kota dan jalan alternatif di pertigaan Blotongan atau tugu batas kota yang menembus di Jagalan pertigaan Argomulyo, Salatiga.
Jalur utama Salatiga kondisi baik, karena sudah ada peningkatan jalan dengan melebarkan sisi kiri dan kanannya, dan proyek mengaspalan untuk perbaikan jalan yang rusak juga sebagian besar sudah selesai dikerjakan.
Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga AKP Suwargono, ruas jalur utama Salatiga tidak ada masalah semuanya kondisi baik dan berjalan lancar.
"Hanya sedikit gangguan pengerjaan mengaspalan di pintu keluar Jalan Lingkar Selatan (JLS) di Jagalan Argomulyo, yang kurang sekitar setengah kilometer saja, sedangkan jalan lainnya sudah selesai," katanya.
Kasatlantas menjelaskan, pihaknya siap menyambut para pemudik dari Jakarta yang diperkirakan mulai berdatangan melintas Kota Salatiga, pada tanggal 16-17 Agustus mendatang.
Menurut Kasatlantas, arus lalu lintas dari arah Kota Semarang, jika terjadi kepadatan di Salatiga akan dicairkan dua arah yakni sebagian masuk kota dan lainnya melalui JLS.
"Kendataan umum atau plat kuning tetap melintas lewat kota, sedangkan kendaraan pribadi dibelokan ke kanan melalui jalur alternatif JLS. Jika kondisi arus lalu lintas di kota tidak padat semua berjalan seperti biasanya," katanya.
Hal tersebut sama seperti ruas jalur Boyolali-Solo yang juga telah siap menyambut para pemudik yang melintas di wilayah tersebut.
Ruas jalur Ampel hingga Bangak di Boyolali, kondisi baik dan lancar, karena sudah ada pelebaran jalan baik sisi kiri maupun kanan jalan.
Jajaran Polres Boyolali telah memasang tanda pemisah jalan (barikade) di daerah yang dianggap rawan kemacetan seperti depan Pasar Ampel, Sunggingan, dan Boyolali Kota yang banyak penyeberangan jalan.
Bahkan, Polres Boyolali untuk menyambut arus mudik tahun ini, juga memasang 11 alat "closed circuit television" (CCTV) untuk memantau kondisi jalan arus lalu lintas.
Menurut Kasatlantas Polres Boyolali AKP Sugino, bahwa ruas jalur Boyolali siap kedatang para pemudik yang diprediksi puncaknya pada H-2 Lebaran mendatang.
Namun, kata Kasatlantas, pada jalan lingkar utara hanya dapat digunakan satu jalur saja, karena masih tahap penyelesaian pengecoran jalan.
"Jalur itu, biasanya digunakan kendaraan angkutan berat. Jika terjadia kepadatan di jalur kota, maka arus dapat dialihkan sebagian ke jalur lingkar utara," katanya.
Sementara ruas jalur Boyolali-Kartasura-Solo, tidak masalah, karena kondisi jalan luas bisa dua jalur baik dari arah barat (Jakarta) maupun timur (Solo). Hanya saja, di titik jalur Kartasura, sering terjadi antrean panjang kendaraan karena daerah pertokoan sehingga banyak penyeberangan.
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor:
Zuhdiar Laeis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
