
Enam Anak Berambut Gimbal Ruwatan

Ruwatan massal rambut gimbal yang diselenggarakan dalam rangkaian "Dieng Culture Festival 2012" ini diawali dengan kirab anak-anak berambut gimbal peserta ruwatan yang menumpang delman.
Mereka yang mengenakan ikat kepala kain warna putih diberangkatkan dari halaman rumah pemangku adat Dieng, Mbah Naryono, menuju Sendang Sedayu di Kompleks Candi Arjuna.
Kirab yang membawa serta sesaji ruwatan juga diikuti iring-iringan sejumlah kelompok kesenian yang berkembang di Dataran Tinggi Dieng, khususnya Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.
Sesampainya di pelataran parkir Kompleks Candi Arjuna, anak-anak berambut gimbal yang akan mengikuti ruwatan segera diturunkan dari delman dan digendong oleh orang tua masing-masing menuju Sendang Sedayu guna dijamas atau dimandikan oleh Mbah Naryono sebelum menjalani ruwatan di pelataran Candi Puntadewa.
Sementara dalam ruwatan yang dipimpin Mbah Naryono, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo berkesempatan untuk memotong rambut gimbal peserta pertama, yakni Baqiyatus Izah dari Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur.
Anak berambut gimbal ini bersedia diruwat dengan permintaan sebuah sepeda dan 10 butir telur ayam.
Seperti diketahui, ruwatan atau pemotongan rambut gimbal dapat dilaksanakan atas keinginan anak berambut gimbal, bukan keinginan orang tuanya.
Selain itu, orang tua juga harus memenuhi permintaan atau persyaratan yang diajukan si anak berambut gimbal yang akan diruwat.
Data yang dihimpun, lima anak berambut gimbal lainnya yang mengikuti ruwatan massal ini, yakni Nur Hikmah dari Desa Bitingan (Kecamatan Batur) yang meminta anting-anting, Muhammad Farkhan Askataslini dari Desa Karangtengah (Batur) yang meminta seekor kambing, Intan Rahmidiani dari Desa Beji (Penjawaran) yang meminta lima mangkuk bakso dan seekor ayam jago, Nadia Retnowati dari Batur yang meminta uang jajan Rp100 dan Rp1.000, serta Indischa Azzahra Pradestaraya yang meminta dua dus permen Milkita dan dua dus minuman Milkuat.
Secara terpisah, ibunda Intan Rahmidiani, Pariyem (35) mengatakan, anak keduanya yang berusia empat tahun ini memiliki rambut gimbal sejak usia dua tahun.
"Sebelumnya, dia sakit-sakitan hingga akhirnya tumbuh rambut gimbal. Saat pertama tumbuh gimbal, dia mengatakan jika bersedia diruwat asalkan dibelikan bakso sebanyak lima mangkuk dan seekor ayam jago," katanya.
Menurut dia, anaknya baru kali ini bersedia diruwat dan secara kebetulan ada ruwatan massal sehingga sangat terbantu.
"Kalau mengadakan ruwatan sendiri, butuh banyak biaya," katanya.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
M Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2026
