
Bakom tegaskan dampak program gentengisasi bagi UMKM lokal

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu, menegaskan program gentengisasi tidak hanya dirancang untuk meningkatkan kualitas hunian tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pembangunan rumah layak huni dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat melalui pemanfaatan produk dalam negeri.
Ia menjelaskan program ini telah diintegrasikan ke dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan masuk dalam prioritas nasional sebagai bagian dari gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Program tersebut secara resmi dimulai pada 11 Maret 2026 dari Sentra UMKM genteng Jatiwangi di Majalengka. Saat peluncuran, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 14 truk yang mengangkut sekitar 75.000 genteng dari sentra produksi tersebut.
Total pemesanan yang telah berjalan mencapai 24 truk dengan nilai komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar yang berasal dari program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Genta Tenri Mawang
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
