Logo Header Antaranews Jateng

Bakom tegaskan dampak program gentengisasi bagi UMKM lokal

Rabu, 17 Juni 2026 12:42 WIB
Image Print
Perajin menjemur genteng tanah liat hasil produksinya di sentra industri genteng Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari, Trenggalek, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026). Pelaku UMKM genteng tanah liat berharap program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap seng dengan genteng tanah liat bisa mendongkrak permintaan sekaligus menggerakkan industri mereka, seiring harga genteng di tingkat perajin saat ini berkisar Rp2.100–Rp2.300 per buah atau sekitar Rp2,1 juta-Rp2,3 juta per 1.000 buah. ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Jakarta, Rabu, menegaskan program gentengisasi tidak hanya dirancang untuk meningkatkan kualitas hunian tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pembangunan rumah layak huni dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat melalui pemanfaatan produk dalam negeri.

Ia menjelaskan program ini telah diintegrasikan ke dalam skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan masuk dalam prioritas nasional sebagai bagian dari gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Program tersebut secara resmi dimulai pada 11 Maret 2026 dari Sentra UMKM genteng Jatiwangi di Majalengka. Saat peluncuran, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melepas 14 truk yang mengangkut sekitar 75.000 genteng dari sentra produksi tersebut.

Total pemesanan yang telah berjalan mencapai 24 truk dengan nilai komitmen transaksi sekitar Rp3 miliar yang berasal dari program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026