
UMS dan mitra dorong pelaku usaha perkuat keunikan bisnis di Malaysia

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA Yogyakarta), Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA), dan Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM Malaysia) terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pemahaman strategi pemasaran yang efektif.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pemaparan materi bertajuk “Kenapa Pelanggan Kena Pilih Kamu?” yang disampaikan oleh Prof. Muhammad Sholahuddin, M.Si., Ph.D., dalam program Pengabdian kepada Masyarakat - Kemitraan Internasional (PKM-KI) di Rumah HAMKA Malaysia.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UMS lintas jenjang, yaitu Tazkia Amalia (S1 Ilmu Gizi), M. Nisman Fadhil, S.E. (S2 Magister Manajemen), serta M. Amir A, S.M., M.M. (S3 Manajemen), yang turut berperan dalam mendukung pelaksanaan program dan pendampingan peserta.
Sholahuddin menegaskan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, pelanggan memiliki banyak pilihan. Oleh karena itu, setiap pelaku usaha harus mampu menjawab pertanyaan mendasar dari konsumen, yakni alasan mengapa produk atau jasa mereka layak dipilih.
Ia menjelaskan kunci utama terletak pada kejelasan nilai yang ditawarkan. Sebuah bisnis perlu memiliki pesan yang mudah dipahami dalam waktu singkat, bernilai bagi pelanggan, relevan dengan kebutuhan mereka, serta disampaikan secara sederhana.
Lebih lanjut, konsep “keunikan utama” atau unique value proposition menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap bisnis. Keunikan ini tidak harus berarti berbeda secara ekstrem, melainkan cukup menawarkan sesuatu yang bernilai dan relevan, serta tidak disampaikan dengan cara yang sama seperti kompetitor.
“Keunikan tersebut bisa berasal dari pelayanan, kecepatan, jaminan, hingga pengalaman pelanggan,” ujarnya saat dimintai keterangan, Senin.
Melalui berbagai contoh kasus, dijelaskan perbedaan antara penawaran biasa dan penawaran yang kuat terletak pada tingkat spesifikasi dan relevansi. Penawaran yang efektif mampu menyebutkan secara jelas target pelanggan, masalah yang diselesaikan, serta keunggulan layanan yang diberikan.
“Pelanggan akan lebih tertarik pada pesan yang terasa personal dan langsung menjawab kebutuhan mereka,” ungkapnya.
Sebagai panduan praktis, Sholahuddin memperkenalkan formula sederhana dalam menyusun kalimat keunikan, yaitu: “Saya bantu [siapa] untuk [hasil] dengan cara [keunikan] tanpa [masalah yang tidak disukai].” Formula ini dinilai efektif untuk membantu pelaku usaha merumuskan pesan pemasaran yang lebih terarah dan berdampak.
Selain itu, peserta juga diajak melakukan refleksi terhadap bisnis masing-masing dengan mengidentifikasi target pasar, hasil yang diinginkan pelanggan, permasalahan utama, serta tiga keunggulan yang membedakan dari pesaing.
Di akhir sesi, ditekankan bahwa keunikan bisnis sejatinya sudah dimiliki oleh setiap pelaku usaha. Tantangannya adalah bagaimana merangkainya menjadi pesan yang jelas dan mudah dipahami oleh pelanggan.
Dengan demikian, strategi komunikasi yang tepat dapat meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.
“Pelanggan tidak selalu memilih yang terbaik, tetapi mereka memilih yang paling jelas dalam menjelaskan manfaatnya,” pungkasnya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
