
100 perempuan rayakan Warisan Lemari Waktu di Solo

Solo (ANTARA) - Sebanyak 100 perempuan merayakan Warisan Lemari Waktu di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Acara bertajuk Warisan Lemari Waktu-100 Perempuan Berkebaya tersebut tidak hanya sebagai ajang pamer busana tetapi juga menjadi ruang kolektif untuk merayakan cerita, identitas, dan warisan leluhur.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi yang diinisiasi oleh Kyoot Signature bersama Lions Club Solo Mustika, Bank IBK Indonesia, dan Komunitas Wanita Berkebaya dengan dukungan penuh dari Warisan Heritage Boutique Hotel.
Inisiator acara Idha Jacinta mengatakan gagasan ini bermula dari keinginan untuk memaknai kembali busana nasional tersebut.
“Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga sebuah cerita hidup yang terus dijahit oleh perempuan Indonesia dari generasi ke generasi,” katanya.
Ia mengatakan di momen Hari Kartini seringkali perempuan sekadar memakai baju kebaya.
“Di acara ini kami ingin perempuan benar-benar merasakan kembali cerita di dalamnya, tentang ibu, masa lalu, dan identitas kita,” ujar Idha yang juga merupakan anggota Komite Kebudayaan Lions Club Distrik 307 B2.
Pada kegiatan tersebut juga diselenggarakan pameran yang menampilkan deretan koleksi kebaya dan kain batik dari lintas zaman.
Ia mengatakan pada pameran itu setiap helai kain yang dipajang seolah bercerita tentang jejak perjalanan nilai-nilai estetika yang diwariskan turun-temurun.
“Ini menegaskan bahwa kebaya adalah simbol perjuangan dan kebanggaan identitas perempuan Indonesia,” katanya.
Kegiatan tersebut juga diisi soal edukasi literasi keuangan untuk para perempuan yang juga sering disebut sebagai Menteri Keuangan keluarga.
Corporate Secretary & Legal Division Head PT Bank IBK Indonesia Sri Suhartini menekankan pentingnya pemahaman perbankan bagi perempuan.
“Perempuan merupakan ‘Menteri Keuangan’ di setiap keluarga kecil. Kami memberikan edukasi agar para ibu bisa menerapkan manajemen keuangan yang baik di keluarganya masing-masing. Ini adalah kolaborasi strategis, merayakan semangat Kartini berkebaya sekaligus membekali mereka dengan wawasan perbankan,” katanya.
Lions Club Solo Mustika juga menyisipkan inisiatif sosial dalam kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap penguatan komunitas lokal. Sinergi antara berbagai pihak ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan misi sosial dan edukasi modern.
Puncak acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta berkebaya terbaik yang dinilai oleh dewan juri dari berbagai latar belakang profesional. Suasana hangat ditutup dengan makan malam bersama, mempererat jejaring antarperempuan yang hadir. Melalui Warisan Lemari Waktu, kebaya terbukti tetap menjadi benang merah yang kuat dalam menyatukan komunitas dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang tak lekang oleh waktu.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
