
Pondok Pesantren Darul Amanah apresiasi Kerajaan Saudi terkait keamanan haji

Solo (ANTARA) - Pondok Pesantren Darul Amanah mengapresiasi Kerajaan Saudi terkait keamanan jamaah haji jelang musim haji 2026.
Melalui keterangan yang diterima di Solo, Jawa Tengah, Jumat, disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal KH. Muhammad Fatwa saat menghadiri halalbihalal dengan Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Faisal Abdullah Amody di kediaman Dubes, Rabu berharap perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran harus dihentikan seiring dengan masuk musim haji yang akan segera dimulai.
“Momen haji adalah waktu yang sangat sakral, mulia dan agung bagi umat Islam, yang pelaksanaannya berada di dua Tanah Suci di Saudi Arabia,” kata dia.
Oleh karena itu, dikatakannya, semua negara harus menjadikan Arab Saudi sebagai negara yang aman dan tidak ada gangguan sedikitpun agar tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Ia juga menyoroti koordinasi solid antara Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan Pemerintah Republik Indonesia yang dinilai semakin matang demi kenyamanan seluruh jemaah.
Pada kesempatan itu, ia juga memberikan pujian khusus kepada Pemerintah Arab Saudi atas dedikasinya dalam menjaga aspek keamanan. Menurutnya, standar keamanan yang diterapkan tahun ini memberikan ketenangan batin bagi calon jemaah haji dari seluruh dunia, khususnya Indonesia.
“Kami melihat lompatan besar dalam sistem keamanan dan manajemen massa yang disiapkan oleh Pemerintah Saudi. Integrasi teknologi dan pengawasan di lapangan memastikan bahwa aspek keselamatan jemaah menjadi prioritas utama,” katanya.
Di sisi domestik, ia juga mengapresiasi kerja keras Pemerintah Indonesia, terutama MPR Ri dan Kementerian Agama (Kemenag) selaku otoritas yang menangani urusan haji dan umrah. Pihaknya menilai persiapan teknis, mulai dari pendaftaran, manasik, hingga skema pemberangkatan, telah dilakukan dengan sangat sistematis.
Ia juga berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas dengan baik.
“Sinergi antara kedua negara ini adalah berkah bagi jemaah. Kita patut bersyukur dan berharap semua jemaah haji tahun 2026 dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
