
Wamen Haji luncurkan SAI Walk and Run di Semarang

Semarang (ANTARA) - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meluncurkan sekaligus mengikuti kegiatan SAI Walk and Run yang digelar di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu pagi
Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran akan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi jamaah calon haji yang tidak hanya secara spiritual tetapi juga fisik dan material.
Ia menambahkan bahwa haji merupakan ibadah puncak dari rukun Islam yang menuntut kesiapan paripurna. Untuk itu, ia menyebut generasi haji harus dibentuk dengan keseimbangan antara kekuatan fisik, kematangan rohani, ketahanan mental, serta kesiapan material.
“Ibadah haji adalah ibadah yang sangat menuntut fisik. Karena itu, pembiasaan hidup sehat seperti olahraga rutin dan pola makan yang baik menjadi penting,” ujar Dahnil.
Ia mengingatkan bahwa sekitar 90 persen rangkaian ibadah haji bersifat fisik, sehingga kesiapan jasmani tidak bisa diabaikan.
Selain itu, aspek mental dan spiritual perlu diperkuat melalui kedisiplinan ibadah, sementara kesiapan material mencakup perlengkapan pribadi hingga obat-obatan sesuai arahan pembimbing.
Kegiatan SAI Walk and Run di Kota Semarang diawali dengan shalat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman.
Acara dilanjutkan tausiyah singkat, sebelum para peserta memulai jalan sehat menyusuri kawasan Car Free Day Simpang Lima dengan rute sejauh hampir 10 kilometer melintasi sejumlah ruas jalan utama kota.
Sekitar 70 peserta yang terdiri atas panitia dan petugas haji turut ambil bagian, termasuk Wamenhaj Dahnil Anzar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi soft launching gerakan SAI Walk and Run yang direncanakan digelar serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, keberangkatan jamaah haji Indonesia dijadwalkan dimulai pada 22 April 2026 untuk kloter pertama hingga 21 Mei 2026 untuk kloter terakhir.
Salah satu Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari Media Center Haji Wahidin Hasan mengatakan telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Usai mengikuti diklat di asrama haji, ia menjaga kebugaran dengan rutin berolahraga.
“Minimal tiga kali dalam seminggu jalan sehat, dan dua kali latihan bulu tangkis,” ujar pria asal Semarang ini.
Pewarta: Teguh Imam Wibowo
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
