
Gubernur : Banjir Demak harus diselesaikan dari hulu ke hilir

Demak (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan perlunya penanganan banjir di Kabupaten Demak secara komprehensif dari hulu hingga hilir dengan melibatkan berbagai pihak lintas daerah dan instansi.
"Tidak bisa hanya sekadar berperan sebagai 'pemadam kebakaran', karena banjir akan terus terjadi. Harus dicari akar permasalahan dari hulu hingga hilir sungai," katanya usai rapat koordinasi penanganan banjir di kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Sabtu.
Rapat tersebut dihadiri Bupati Demak Eisti'anah beserta jajaran Forkopimda, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah Bergas Catur Sasi Penanggungan, Kepala Dinas Pusdataru Jateng Henggar Budi Anggoro, serta Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana Andi Sofyan, sejumlah pejabat terkait lainnya.
Menurut Gubernur penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial atau hanya bersifat sementara. Penyelesaian persoalan banjir harus dimulai dari wilayah hulu, puncaknya Rawa Pening.
Untuk itu, pihaknya perlu menggelar rapat bersama para kepala daerah dan dinas pekerjaan umum dari sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Grobogan, Demak, Semarang Raya, hingga Pati Raya.
Ia menyoroti berbagai permasalahan di aliran sungai, khususnya di Sungai Tuntang, seperti adanya tanaman keras, bangunan jembatan, hingga permukiman bersertifikat di badan sungai yang dinilai menghambat aliran air.
"Kalau tidak dibahas secara menyeluruh, siapapun tidak akan bisa menyelesaikan masalah banjir di Demak ini," tegasnya.
Selain itu, Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya pemenuhan layanan dasar bagi masyarakat terdampak banjir, seperti pendidikan, kesehatan, serta ketersediaan bahan pokok.
Ia juga meminta TNI dan Polri untuk aktif mengawal penanganan di lapangan hingga tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti'anah berharap adanya penanganan banjir secara menyeluruh. Pasalnya, meskipun dalam kondisi cuaca panas, sejumlah wilayah di Demak masih kerap terdampak limpasan air sungai.
Ia mencontohkan Desa Ploso, Kecamatan Karangtengah, yang hampir setiap bulan mengalami limpasan air sungai meskipun tidak sedang turun hujan.
Menurut dia Pemkab Demak juga telah melakukan berbagai upaya penanganan di wilayah hilir sejak 2024.
Ia juga berharap adanya evaluasi terhadap kapasitas tampung Bendung Gelapan di Kabupaten Grobogan yang diduga mengalami sedimentasi, serta kondisi Rawa Pening yang menjadi sumber aliran ke Sungai Tuntang.
Dengan langkah terpadu dari hulu hingga hilir, diharapkan permasalahan banjir yang selama ini melanda Demak dapat segera teratasi secara berkelanjutan.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
