
Legislator ajak seniman hadirkan karya bermakna

Semarang (ANTARA) - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena mengajak para pelaku seni dan kebudayaan untuk menghadirkan karya yang tidak sekadar indah, tetapi juga bermakna dan komunikatif bagi masyarakat.
"Jangan hanya seni untuk kesenangan. Seni harus memiliki makna sehingga masyarakat dapat memahami dan merasakan pesan yang ingin disampaikan," katanya di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu.
Dia mengatakan hal itu dalam sarasehan bersama komunitas, pemuda, dan pelaku seni yang tergabung dalam Jejaring Kolektif Semarang Serasi di Hills Joglo Villa Kabupaten Semarang.
Dalam forum tersebut, ia mengaku senang dapat bertemu langsung dengan berbagai komunitas lintas bidang.
Ia menegaskan bahwa seni seharusnya tidak berhenti pada ekspresi personal, melainkan mampu memberi makna dan menjadi "makanan jiwa" bagi masyarakat.
Dia mencontohkan mural-mural di Desa Lerep yang perlu dilengkapi narasi singkat atau penjelasan agar pengunjung tidak hanya menikmati keindahannya, tetapi juga memahami kandungan pesan hendak disampaikan.
Bahkan, ia mengusulkan pemanfaatan teknologi seperti kode QR untuk memberikan informasi kontekstual mengenai karya tersebut.
"Bukan waktunya menonjolkan ego, tetapi bagaimana ekspresi itu bisa dipahami dan menjadi kekayaan bersama bagi masyarakat yang melihat dan merasakannya," katanya.
Di tengah situasi bangsa yang penuh tantangan, ia menilai bahwa seni dan kebudayaan dapat menjadi penyeimbang sosial.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang Dimas Herdy Utomo menilai forum lintas komunitas itu menjadi ruang penting untuk membangun perspektif bersama tentang komunitas yang tumbuh secara kolektif.
Selama ini, terdapat jarak antara pemerintah daerah dan komunitas karena minim ruang dialog sehingga kehadiran forum, seperti sarasehan tersebut diharapkan dapat mempertemukan.
Koordinator Jejaring Kedungsepur Komite Ekonomi Kreatif Jawa Tengah yang juga Ketua Semarang Creative Consortium Tries Supardi menambahkan pentingnya penguatan kapasitas komunitas.
"Ke depan, kabupaten, kota, hingga provinsi harus mencari cara untuk memfasilitasi pelatihan, pendampingan, hingga akses pendanaan yang sifatnya berkelanjutan," katanya.
Sarasehan tersebut dihadiri berbagai komunitas, antara lain Ruang Berkembang, Hastha Muda Nyatnyono, Karang Taruna Lerep, Terasara, Pustaka Jalanan, Kemrincing Art, Omah Cikal, dan Tari Gecul Kridho Yudho Tomo.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
