Logo Header Antaranews Jateng

Wali Kota Magelang sebut masyarakat selalu jaga kehidupan harmonis

Sabtu, 4 April 2026 09:05 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kanan) hadir dalam Kirab Salib 2026 oleh umat Katolik Gereja Paroki Santo Ignatius Kota Magelang untuk memperingati Jumat Agung di kawasan alun-alun setempat, sekaligus menyambut Hari Jadi Ke-1.120 Kota Magelang, Jumat (3/4/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menjelaskan bahwa masyarakat setempat selalu menjaga dengan baik kehidupan bersama dalam keberagaman yang harmonis dan rukun.

“Ini (Kirab Salib Tahun 2026) bukan hanya bagian penting dari kehidupan umat Katolik, tetapi juga menjadi cerminan kehidupan sosial masyarakat Kota Magelang yang harmonis dan rukun meski dalam keberagaman,” ujarnya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal tersebut di sela kegiatan Kirab Salib Tahun 2026 yang berlangsung khidmat pada Jumat (3/4/), oleh umat Katolik Gereja Paroki Santo Ignatius Kota Magelang untuk memperingati Jumat Agung, sebagai peristiwa wafat Yesus Kristus. Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut Hari Jadi Ke-1.120 Kota Magelang yang jatuh setiap 11 April.

Wali Kota Damar Prasetyono yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas ketertiban dan kekhidmatan penyelenggaraan kirab di kawasan Alun-Alun Kota Magelang itu.

Menurut dia, acara ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan simbol kekuatan toleransi masyarakat di daerah setempat.

Dia juga mengatakan bahwa Kirab Salib memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata religi yang masuk dalam agenda tahunan kota.

“Apabila diselenggarakan dengan optimal, ini memberikan nilai tambah bagi seluruh masyarakat dan memperkuat dinamika kehidupan kota yang inklusif,” tambahnya.

Ketua Panitia Kirab Salib 2026 Albertus Indra Febriawan menjelaskan selain perenungan wafat Yesus, kegiatan ini menjadi kesempatan khusus bagi umat untuk mendoakan kesejahteraan Kota Magelang.

“Ini menjadi titik mulai kami bersyukur untuk Kota Magelang. Kami berdoa agar kota ini tetap nyaman, asri, dan warganya saling peduli. Kami juga ingin meneguhkan posisi umat Katolik dalam mendukung keharmonisan kota,” katanya.

Dalam kirab tahun ini, katanya, untuk pertama kali relik salib Yesus yang tersimpan di dalam Gereja Santo Ignatius Kota Magelang sejak 1900, dibawa keluar untuk dikirab.

“Kami tampilkan relik salib Yesus yang (asal-usulnya) ada di Yerusalem. Ini kali pertama dikirab di Kota Magelang. Sejak tahun 1894 data tersebut ada, dan gereja ini berdiri tahun 1900, relik tersebut biasanya hanya berada di dalam,” ujarnya.

Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif aparat keamanan, anggota Banser dan lainnya yang turut mengawal jalannya kirab.

“Kota Magelang sudah dikenal sebagai kota toleran, dan hari ini kita buktikan bersama. Harapannya, damai, sukacita, dan toleransi ini senantiasa terjaga dari gereja untuk Kota Magelang,” katanya.

Kepala Gereja Paroki Santo Ignatius Kota Magelang Romo FX Alip Suwito mengatakan 13 "salib pengharapan" berasal dari 13 wilayah paroki gereja setempat diarak dalam kirab tersebut oleh sekitar 1.200 umat.

Masing-masing wilayah membawa ikon salib unik serta benda-benda rohani untuk diberkati saat akhir ibadah.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026